Dengan kalaborasi multy pihak saling menguatkan geopark tidak mengabaikan realitas, melainkan menghadirkan solusi berbasis konservasi.
Oleh karena itu, menyederhanakan geopark sebagai proyek simbolisme sama artinya dengan menutup mata dari capaian nyata yang telah dihasilkan. Memang, pekerjaan rumah masih ada, termasuk dalam hal infrastruktur penunjang dan distribusi manfaat ekonomi yang lebih merata.
Namun, arah kebijakan jelas menunjukkan bahwa Merangin Jambi UGGp bukan proyek elitis, melainkan strategi pembangunan daerah yang berakar pada konservasi, edukasi, partisipasi masyarakat, dan pengakuan dunia.
Geopark Merangin adalah rumah bagi semua dan semua orang, kelompok bisa berkontribusi dalam pengelolaannya baik itu dari fungsi konservasi, edukasi dan pemberdayaan Masyarakat yang harus terus dikelola secara berkelanjutan.
Menafikannya hanya sebagai simbol, justru merupakan reduksi berlebihan yang mengaburkan realitas nyata dan mendiskriditkan praktek baik para penggiat, Masyarakat adat dan dan kinerja Masyarakat di tapak yang terus berupaya memuliakan bumi untuk secara bertahap meningkatkan kesejahteraan.
Catatan Sumber Data:
UNESCO. (2023). UNESCO Global Geoparks.
-Dinas Pariwisata Kabupaten Merangin. -(2023).
-Laporan Tahunan.
-Badan Pengelola MJUGGp. (2023). —
-Monitoring dan Evaluasi.
-Kementerian ESDM. (2022).
-Laporan Aktivitas PETI di Provinsi Jambi.
Oleh: Dr. Agus, S.Sos., M. Hum., CIIQA
General Manager UNESCO Global Geopark Merangin Jambi Dosen Fakultas Hukum Universitas Unja







