Atas sejumlah keluhan tersebut, mereka meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Bungo melakukan pemeriksaan terhadap pengelolaan dana BOS di SMPN 6 Tanah Sepenggal Lintas.
“Kami berharap Dinas Pendidikan atau aparat penegak hukum dapat melakukan audit terhadap penggunaan dana BOS sehingga persoalannya menjadi jelas,” ujar salah seorang guru.
Keluhkan Komunikasi Kepala Sekolah
Persoalan lain yang disampaikan para guru berkaitan dengan komunikasi kepala sekolah dengan bawahannya.
Menurut mereka, kepala sekolah dinilai kerap menyampaikan perintah dengan nada yang dianggap keras, terutama kepada tenaga honorer.
Mereka mengaku pernah menerima perkataan yang dinilai tidak pantas, baik secara langsung maupun melalui pesan WhatsApp pribadi dan grup.
Seorang guru mengatakan kondisi tersebut bahkan disebut membuat salah seorang bawahan menangis.
“Perkataan kepala sekolah terkadang terlalu keras kepada bawahan. Bahkan ada bawahan yang sampai menangis setelah mendengar perkataan tersebut,” katanya.
Para guru mengatakan persoalan tersebut sebelumnya telah disampaikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bungo. Namun, mereka mengaku belum mengetahui perkembangan penanganan laporan tersebut.
Mereka berharap pemerintah daerah dapat memeriksa seluruh persoalan yang dilaporkan, termasuk dugaan pengelolaan dana BOS dan mengevaluasi kepemimpinan kepala sekolah.
Dinas Pendidikan: Pelapor dan Terlapor Sudah Diperiksa
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bungo Anna Lukita mengatakan laporan sejumlah guru SMPN 6 Tanah Sepenggal Lintas telah ditangani pihaknya. Menurut dia, pelapor maupun terlapor telah dimintai keterangan dalam berita acara pemeriksaan (BAP).









