Dion Ginanto Bawa Pesan Toleransi dari Jambi ke Hartford International University

Prof. Dion saat menyampaikan paparan di hadapan peserta. Foto: Madi

SIDAKPOST.ID, HARTFORD – Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai kegiatan Community Prayer di Hartford International University (HIU), Amerika Serikat, Selasa (7/10/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan lima pemateri lintas agama yang berbagi pandangan mengenai makna ibadah dalam tradisi keagamaan masing-masing. Salah satu pemateri yang tampil dalam kegiatan itu yakni Dion Ginanto, Koordinator PLKI LPPM UIN STS Jambi.

Dion hadir sebagai perwakilan Indonesia dalam rangkaian program visiting scholar yang disponsori Kementerian Agama Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut turut dihadiri President HIU Sherry L. Turner serta mahasiswa dari berbagai latar belakang agama yang menjadi bagian dari komunitas akademik kampus tersebut.

Baca Juga :  Inklusi Goes to Kampus : Menepis Stigma Negatif Suku Anak Dalam

Berbagi Pengalaman Keberagaman

Dalam pemaparannya, Dion mengawali dengan menceritakan pengalaman pribadi mengenai kehidupan keluarganya yang tumbuh dalam keberagaman.

Ia menyampaikan bahwa kakeknya berasal dari keluarga Katolik, sementara ibunya tetap memeluk agama Islam. Pengalaman saling mengunjungi ketika hari raya keagamaan menjadi bagian dari kehidupan keluarga yang kemudian membentuk pandangannya mengenai toleransi.

Dion kemudian mengaitkan pengalaman tersebut dengan hadis Nabi Muhammad SAW, “innamal a’malu binniyah”, yang bermakna bahwa setiap amal bergantung pada niat.

Menurutnya, aktivitas manusia dapat memiliki nilai ibadah apabila dilakukan dengan niat karena Tuhan. Pesan tersebut kemudian dikaitkan dengan kegiatan Community Prayer yang mempertemukan berbagai perspektif keagamaan dalam satu ruang dialog.

Baca Juga :  Pendidikan Dasar Gratis Tak Cukup Hapus Biaya, DPR Soroti Guru dan Sekolah di Daerah 3T

Dalam kegiatan itu, masing-masing pemateri menyampaikan pandangan mengenai makna ibadah berdasarkan agama yang dianutnya. Para peserta kemudian mendapatkan kesempatan untuk memahami keberagaman perspektif tersebut dalam suasana dialog lintas iman.

Dion juga mengajak peserta mengenal kebiasaan umat Islam mengucapkan “bismillah” sebelum memulai aktivitas. Ia berharap kebiasaan tersebut dapat menjadi pengingat bahwa setiap kegiatan yang dilakukan dengan niat baik memiliki nilai ibadah.