SIDAKPOST. ID, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris mendesak pemerintah pusat dan daerah segera memperbanyak Clean Air Shelters atau tempat perlindungan dengan udara bersih bagi masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Charles menegaskan, perlindungan kesehatan masyarakat tidak boleh menunggu hingga api karhutla berhasil dipadamkan. Pasalnya, paparan kabut asap berpotensi mengancam kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, lanjut usia (lansia), serta penderita penyakit pernapasan.
“Artinya, perlindungan kesehatan tidak harus menunggu sampai api padam,” tegas Charles dalam keterangan tertulis, Jumat (16/10/2026), dikutip dari DPR RI.
Charles juga mendorong agar fasilitas publik dilengkapi dengan penyaring udara yang memadai sehingga dapat dimanfaatkan sebagai tempat perlindungan sementara bagi warga yang terdampak kabut asap.
Menurut dia, penanganan karhutla harus dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan, termasuk mengantisipasi dampak kesehatan yang muncul akibat paparan asap dalam jangka panjang.
“Di sejumlah negara yang telah menghadapi kebakaran hutan besar, fasilitas publik telah dimanfaatkan sebagai ruang perlindungan bersih bagi masyarakat yang terdampak kabut asap,” ujarnya.
Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) DKI Jakarta III itu menilai, penanganan kesehatan tidak cukup hanya dengan memberikan pengobatan kepada warga yang sudah jatuh sakit. Pemerintah juga harus memastikan masyarakat terlindungi dari paparan asap berbahaya.
“Kita tidak bisa hanya mengobati masyarakat yang sakit, sementara mereka masih terus terpapar asap berbahaya,” kata Charles.









