6. Pertimbangkan Diskon dan Biaya Promosi
Pelaku usaha juga perlu berhati-hati dalam memberikan diskon.
Jika harga normal ditetapkan terlalu rendah, ruang untuk memberikan potongan harga menjadi semakin kecil. Sebaliknya, jika harga ditentukan dengan perhitungan yang sehat, bisnis masih memiliki ruang untuk membuat program promosi tanpa mengorbankan keuntungan secara berlebihan.
Biaya pemasaran juga sebaiknya dimasukkan dalam perhitungan usaha. Bank Indonesia memasukkan biaya pemasaran sebagai salah satu komponen biaya operasional yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan UMKM.
7. Evaluasi Harga Secara Berkala
Harga jual bukan angka yang harus dipertahankan selamanya.
Perubahan harga bahan baku, biaya transportasi, biaya tenaga kerja, kondisi persaingan dan perubahan permintaan dapat memengaruhi keuntungan bisnis.
Karena itu, pelaku usaha sebaiknya melakukan evaluasi secara berkala. Pencatatan transaksi dan kondisi keuangan juga penting agar pemilik usaha mengetahui apakah penjualan benar-benar menghasilkan keuntungan.
Bank Indonesia menyebut pencatatan transaksi dan laporan keuangan sebagai bagian penting dalam meningkatkan pengelolaan usaha mikro dan kecil.
Harga Murah Belum Tentu Menjadi Strategi Terbaik
Menentukan harga jual produk pada dasarnya adalah keseimbangan antara biaya, keuntungan, daya beli konsumen dan kondisi pasar.
Harga yang tepat bukan selalu harga paling murah. Harga yang tepat adalah harga yang masih dapat diterima konsumen sekaligus memberikan keuntungan yang cukup bagi bisnis untuk bertahan dan berkembang.
Dengan menghitung seluruh biaya, menentukan margin, memahami konsumen, mengamati kompetitor dan melakukan evaluasi secara berkala, pelaku usaha dapat mengambil keputusan harga berdasarkan data, bukan sekadar perkiraan.
Bagi UMKM dan bisnis kecil, kebiasaan menghitung harga secara cermat sejak awal dapat menjadi fondasi penting untuk menjaga kesehatan keuangan dan keberlanjutan usaha.









