Bisnis  

Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat agar Bisnis Tetap Untung dan Diminati

Pelaku UMKM menghitung biaya dan menetapkan harga jual produk dengan mempertimbangkan modal, margin keuntungan, serta kondisi pasar. Foto: Madi/ AI

3. Perhatikan Harga Pesaing

Harga jual tidak bisa ditentukan hanya berdasarkan biaya internal. Pelaku usaha juga harus melihat harga produk sejenis yang ditawarkan kompetitor.

Jika produk sejenis dijual pada kisaran Rp50.000-Rp55.000, sementara harga yang dihitung mencapai Rp65.000, perlu dicari tahu penyebab perbedaannya.

Bukan berarti harga harus selalu lebih murah. Jika produk memiliki kualitas lebih baik, kemasan lebih menarik, pelayanan lebih cepat atau memiliki keunggulan tertentu, harga yang lebih tinggi tetap dapat diterima konsumen.

Studi Bank Indonesia mengenai penetapan harga di pasar online menunjukkan bahwa lingkungan perdagangan sangat kompetitif sehingga penjual perlu memperhatikan harga pesaing sekaligus menghitung biaya dan kondisi pasar.

Baca Juga :  Bengkel Cat Mobil Hendro Tetap Eksis Meski Perekonomian Lesu

4. Jangan Terjebak Perang Harga

Menjual produk dengan harga paling murah memang dapat menarik perhatian konsumen. Namun, strategi tersebut tidak selalu baik untuk keberlangsungan bisnis.

Jika keuntungan terlalu kecil, pelaku usaha akan kesulitan membayar biaya operasional, mengembangkan produk, meningkatkan kualitas maupun menghadapi kenaikan harga bahan baku.

Lebih baik membangun alasan mengapa produk layak dibeli. Misalnya melalui kualitas, pelayanan, kemasan, kecepatan pengiriman, garansi, atau keunikan produk.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Investor Diminta Waspada Fluktuasi Pasar

Dengan demikian, konsumen tidak hanya melihat angka pada label harga, tetapi juga mempertimbangkan nilai yang mereka dapatkan.

5. Sesuaikan dengan Daya Beli Konsumen

Harga yang tepat juga harus mempertimbangkan target pasar.

Produk yang ditujukan kepada pelajar tentu memiliki karakter harga berbeda dengan produk premium untuk kalangan profesional. Karena itu, sebelum menetapkan harga, pelaku usaha perlu memahami siapa konsumennya.

Pertanyaan sederhana seperti siapa yang membeli, berapa kemampuan belinya, apa kebutuhannya dan berapa harga yang dianggap wajar dapat membantu menentukan posisi harga produk.