Merusak Ekosistem dan Habitat Satwa
Dampak karhutla tidak hanya dirasakan manusia. Kebakaran dapat menghancurkan vegetasi, merusak habitat satwa liar dan mengurangi keanekaragaman hayati.
Ketika kawasan hutan terbakar, fungsi ekologis hutan juga terganggu. Hutan yang seharusnya menjadi habitat berbagai jenis tumbuhan dan satwa kehilangan kemampuan menjalankan fungsi tersebut secara optimal.
Organisasi Kesehatan Dunia menjelaskan bahwa kebakaran hutan dapat menyebabkan kerusakan hutan dan habitat penghuninya, sementara asapnya dapat menyebar hingga melintasi wilayah bahkan batas negara.
Memperparah Emisi Gas Rumah Kaca
Karhutla juga berkontribusi terhadap pelepasan karbon ke atmosfer. Kondisi ini menjadi lebih serius apabila kebakaran terjadi di lahan gambut karena material organik yang menyimpan karbon dalam jumlah besar ikut terbakar.
Selain menyebabkan pencemaran udara, kebakaran pada ekosistem tersebut dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca. Dampak ekologisnya pun dapat berlangsung lebih lama dibandingkan periode munculnya asap.
Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup pada 2026 juga menegaskan bahwa karhutla berpotensi menyebabkan pencemaran udara, kerusakan ekosistem, hilangnya keanekaragaman hayati dan peningkatan emisi gas rumah kaca.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Kabut asap yang pekat juga dapat mengganggu aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Mobilitas warga dapat berkurang, kegiatan luar ruangan terganggu dan sektor tertentu seperti pertanian, perdagangan serta transportasi dapat terkena dampaknya.
Di sisi lain, meningkatnya masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan akibat paparan asap juga dapat menambah beban fasilitas kesehatan.
Karena dampaknya begitu luas, pencegahan karhutla menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah, perusahaan, masyarakat dan seluruh pihak yang berada di kawasan rawan kebakaran perlu berperan dalam mencegah munculnya titik api.
Karhutla pada akhirnya bukan sekadar persoalan kebakaran. Asapnya dapat mengganggu kesehatan, menurunkan kualitas udara, merusak ekosistem, menghilangkan habitat satwa dan meningkatkan emisi. Karena itu, mencegah kebakaran sejak awal jauh lebih penting daripada hanya menangani dampaknya setelah api meluas.
Sumber:









