Bang Jeck

BKKBN Jambi Bersama PemKab Sarolangun Bersinergi Turuni Angka Stunting

Sinergi BKKBN Jambi Bersama Pemkab Sarolangun Bahas Masalah Penurunan Stunting. Senin (28/11) Foto : sidakpost.id/Ratna. Biro Jambi

Kepala Perwakilan BKKBN jambi mengatakan pelaksanaan Audit Kasus Stunting seharusnya menjadi perhatian bagi pemerintah daerah dan seluruh stake holder terkait.

“Pertemuan ini bukan menjadi ajang kegiatan seremonial, tapi Audit Kasus Stunting ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko dan penyebab terjadinya kasus stunting untuk kemudian diberikan rekomendasi perbaikan penanganan kasus, sebagai upaya pencegahan agar kasus serupa tidak terjadi lagi,” ujarnya.

Dalam sambutannya disampaikan juga untuk mendapatkan Output Kasus Audit yang baik dan berkualitas, dibutuhkan perencanaan dan pengaturan yang Sistematis dalam seluruh tahap kegiatan.

Baca Juga :  PJ Bupati Muaro Jambi Diwakili Sekda Budhi Hadiri Musda Muhammadiyah Dan Aisyiyah

“Agar semua Tahapan Audit Kasus Stunting dapat berjalan sebagaimana mestinya , diperlukan Sinergitas lintas Sektor dan seluruh Stakeholder terkait lainnya. Penurunan Angka Stunting di Kabupaten Sarolangun dari 21,4 %di Tahun 2021 menjadi 11 % di tahun 2024 tidak bisa dilakukan secara Individu atau oleh Instansi/Lembaga tertentu saja namun perlu dilakukan secara Konvergen dengan melibatkan berbagai Pihak yang berkompeten serta memiliki pemahaman yang sama akan tugas yang melekat pada Instansi, Lembaga, Profesi, atau Organisasi Masing-masing,” pungkasnya.

Baca Juga :  Dinas Sosial P2KB dan P3A Bungo Gelar Pertemuan Diseminasi Audit Kasus Stunting

Turut hadir pada kegiatan ini, Kepala BKKBN Provinsi Jambi Dr.munawar Ibrahim SKP MPH. Kepala Dinas PP dan KB Sarolangun, Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Sarolangun. TPPS Kabupaten, Camat, PLKB, kepala puskesmas, Tim Pendamping Keluarga dan undangan lainnya. Dengan narasumber tim ahli dr. Roni Jaya putra S.p.OG dari Rumah sakit Hatip Azwen Sarolangun. (rsa)