Raih Insentif Inflasi Rp3 Miliar, Tebo Alokasikan Rp2,7 Miliar untuk Jalan Benteng Kurung

Bupati Tebo Agus Rubiyanto bersama jajaran saat menerima penghargaan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026. Foto: Lalu

SIDAKPOST.ID, TEBO — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo mengalokasikan sekitar Rp3 miliar dana insentif pengendalian inflasi untuk mendukung pembangunan dan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Dari total anggaran tersebut, sekitar Rp2,7 miliar diarahkan untuk peningkatan Jalan Benteng Kurung, Kecamatan VII Koto Ilir. Sedangkan sekitar Rp300 juta digunakan untuk mendukung program pengendalian inflasi, di antaranya melalui pelaksanaan pasar murah.

Bupati Tebo Agus Rubiyanto mengatakan, pemanfaatan insentif tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mengoptimalkan anggaran yang tersedia, terutama di tengah keterbatasan fiskal dan kebijakan efisiensi.

Menurutnya, pembangunan tetap harus berjalan dengan menetapkan skala prioritas serta memanfaatkan peluang anggaran yang tersedia secara optimal.

Baca Juga :  Tangkal Radikalisme, Polisi Pasang Sepanduk Ditempat Strategis

Peningkatan Jalan Benteng Kurung juga diharapkan memberikan dampak terhadap aktivitas masyarakat. Selain memperbaiki kondisi infrastruktur, jalan tersebut dinilai memiliki peran dalam menunjang mobilitas warga dan kegiatan ekonomi di wilayah Kecamatan VII Koto Ilir.

Insentif pengendalian inflasi tersebut diterima Kabupaten Tebo setelah daerah itu meraih penghargaan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 yang digelar di Hotel Wyndham Palembang, Sumatera Selatan, pada 25 April 2026.

Dalam ajang tersebut, Kabupaten Tebo meraih peringkat pertama kategori kabupaten dalam pengendalian inflasi. Penghargaan diserahkan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian kepada Bupati Tebo Agus Rubiyanto.

Bupati Tebo Agus Rubiyanto menegaskan, keterbatasan anggaran tidak menjadi alasan bagi pemerintah daerah untuk menghentikan pembangunan yang dibutuhkan masyarakat.

Baca Juga :  Kecamatan Rimbo Bujang Gelar Malam Resepsi Kenegaraan

“Keterbatasan anggaran dan efisiensi tidak boleh membuat pemerintah daerah berhenti berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat. Pembangunan tetap dilakukan dengan menentukan prioritas dan memanfaatkan setiap peluang anggaran yang tersedia secara optimal,” ujar Agus.

Ia juga menekankan bahwa peningkatan Jalan Benteng Kurung tidak semata-mata berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi diharapkan memberikan manfaat terhadap aktivitas masyarakat dan perekonomian setempat.

“Perbaikan Jalan Benteng Kurung bukan hanya berkaitan dengan kondisi fisik jalan. Infrastruktur yang lebih baik dapat mendukung mobilitas masyarakat dan memperlancar kegiatan ekonomi,” katanya. (adl)