Namun, hindari menggosok terlalu keras pada permukaan yang mudah tergores, seperti lapisan antilengket, aluminium tertentu, dan permukaan mengilap yang sensitif.
3. Cuka Putih untuk Kerak Mineral
Kerak putih pada keran atau bagian tertentu di sekitar wastafel terkadang berasal dari endapan mineral dalam air. Cuka putih dapat membantu melarutkan sebagian endapan tersebut.
Basahi kain dengan cuka putih, lalu tempelkan pada bagian yang berkerak selama beberapa menit. Setelah itu, usap perlahan, bilas dengan air bersih, dan keringkan.
Sebelum mencoba cara ini, pastikan bahan permukaannya tahan terhadap asam. Hindari penggunaan cuka pada marmer, batu alam tertentu, serta permukaan yang sensitif terhadap zat asam.
Jangan mencampurkan cuka dengan cairan pemutih berbahan klorin karena dapat menghasilkan gas beracun.
4. Bersihkan Kerak Kompor Setelah Dingin
Kompor yang sering digunakan dapat dipenuhi cipratan minyak dan sisa makanan. Agar kerak tidak semakin menumpuk, bersihkan kompor setelah selesai memasak dan permukaannya benar-benar dingin.
Lepaskan bagian kompor yang memang dapat dilepas sesuai petunjuk produsen. Bersihkan menggunakan air hangat dan sabun cuci piring, kemudian lap bagian permukaan dengan kain lembut.
Untuk kerak yang mengering, lunakkan terlebih dahulu menggunakan kain lembap. Hindari menggunakan benda tajam atau pisau untuk mengikis noda karena dapat merusak permukaan kompor.
Pastikan seluruh bagian benar-benar kering sebelum kompor digunakan kembali.
5. Gunakan Air Hangat untuk Melunakkan Kerak
Air hangat dapat membantu melunakkan sisa makanan yang mengering pada panci, wajan, atau peralatan dapur tertentu.









