Sebelum mengakhiri jam kerja, luangkan beberapa menit untuk memeriksa pekerjaan yang telah selesai, mencatat tugas yang belum tuntas, serta menyusun rencana untuk hari berikutnya.
Jika beban kerja terlalu banyak untuk diselesaikan dalam waktu yang tersedia, komunikasikan kondisi tersebut kepada pimpinan agar prioritas dan pembagian tugas dapat dievaluasi.
Lingkungan kerja yang mendukung, komunikasi yang baik, serta pembagian beban kerja yang wajar turut berperan dalam menjaga kesehatan mental pegawai.
Produktivitas Harus Diimbangi Kesehatan Mental
Mengatur waktu kerja bukan sekadar menyelesaikan sebanyak mungkin tugas dalam sehari. Hal yang tidak kalah penting adalah memastikan pekerjaan dilakukan dengan terarah tanpa mengabaikan kesehatan fisik dan mental.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan pentingnya lingkungan kerja yang sehat untuk melindungi kesehatan mental pekerja. Beban kerja berlebihan, jam kerja yang tidak fleksibel, dan kurangnya dukungan di tempat kerja dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental.
Dengan membangun kebiasaan mengatur jadwal, menetapkan prioritas, mengurangi gangguan, dan memanfaatkan waktu istirahat, pegawai dapat meningkatkan efektivitas kerja secara bertahap.
Pada akhirnya, produktivitas yang baik bukan hanya tentang bekerja lebih cepat, melainkan juga tentang bekerja secara cerdas, menjaga kualitas hasil pekerjaan, dan mempertahankan keseimbangan hidup.
Sumber:
- https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/mental-health-at-work
- https://ayosehat.kemkes.go.id/resolusi-2026-anti-stress-di-tempat-kerja-berikut-rekomendasi-who
- https://setneg.go.id/baca/index/kesehatan_mental_pekerja_kantoran
Editor: Madi









