Dalam kesempatan itu, Al Haris mengingatkan seluruh personel agar tidak mengabaikan keselamatan selama menjalankan tugas. Selain menghadapi medan yang sulit dan ancaman kebakaran, petugas juga diminta mewaspadai kemungkinan keberadaan satwa liar di kawasan hutan.
Usai meninjau TNBS, rombongan melanjutkan perjalanan menuju kawasan Tahura di Desa Gedong Jaya, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi.
Saat tiba di lokasi, kawasan tersebut diketahui baru saja diguyur hujan. Kendati demikian, personel Satgas tetap melakukan pemantauan dan penanganan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Di kawasan Tahura, Al Haris turut memeriksa instalasi pengambilan air yang dialirkan menggunakan pompa dari sungai menuju kanal di sekitar lokasi kebakaran.
Penyediaan sumber air tersebut menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung kelancaran pemadaman, sehingga petugas tidak mengalami kesulitan memperoleh pasokan air saat menghadapi titik api.
Penanganan karhutla di kawasan ini juga menghadapi tantangan tersendiri karena sebagian wilayah merupakan lahan gambut. Karakteristik gambut memungkinkan api merambat di bawah permukaan tanah, sehingga proses pemadaman membutuhkan waktu dan penanganan lebih intensif.
Berdasarkan pantauan tim di lapangan, titik-titik api di kawasan TNBS dan Tahura dilaporkan telah menyatu. Untuk mempercepat pengendalian kebakaran, personel dikerahkan melalui sejumlah posko dengan pergerakan tim dari kedua kawasan tersebut.
Pemerintah Provinsi Jambi bersama unsur TNI, Polri, dan petugas terkait terus mengupayakan penanganan secara terpadu agar kebakaran tidak semakin meluas dan berdampak terhadap kawasan hutan maupun permukiman masyarakat.









