Bisnis  

Omzet Naik, Tapi Uang Selalu Habis? Ini Kesalahan Pengelolaan Bisnis yang Sering Tak Disadari

Ilustrasi pelaku usaha mengelola keuangan dan menghitung arus kas bisnis. Foto: Madi

Stok Terlalu Banyak Bisa Menguras Kas

Persediaan barang juga sering menjadi penyebab uang usaha terasa cepat habis.

Membeli stok dalam jumlah besar memang dapat membuat rak atau gudang terlihat penuh. Namun, modal yang berubah menjadi barang belum tentu segera kembali menjadi uang.

Jika barang bergerak lambat, modal akan tertahan lebih lama. Dalam kondisi tertentu, pemilik usaha bahkan harus memberikan diskon agar barang cepat terjual.

Pengelolaan arus kas yang baik perlu memperhatikan persediaan, piutang, utang kepada pemasok dan kebutuhan operasional secara bersamaan. SBA juga menjelaskan bahwa bisnis dapat terlihat menguntungkan di atas kertas, tetapi modal kerjanya bisa tertahan dalam persediaan atau piutang.

Baca Juga :  Tips Mengelola Keuangan Bisnis agar Tetap Stabil di Tengah Krisis

Pengeluaran Kecil Jangan Diremehkan

Pengeluaran kecil yang dilakukan berulang kali juga dapat menggerus keuntungan.

Biaya promosi, ongkos kirim, langganan aplikasi, konsumsi, biaya administrasi, diskon hingga berbagai pembelian operasional sering dianggap tidak terlalu besar. Namun, ketika dikumpulkan selama satu bulan, nilainya bisa menjadi signifikan.

Karena itu, pemilik usaha perlu mencatat seluruh pengeluaran, bukan hanya biaya pembelian bahan atau barang dagangan.

Sederhananya, setiap uang yang keluar harus diketahui untuk apa dan apakah pengeluaran tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi bisnis.

Baca Juga :  7 Kesalahan Bisnis yang Sering Dilakukan Pemula dan Cara Menghindarinya

Harga Jual Tidak Boleh Hanya Mengikuti Kompetitor

Kesalahan lainnya adalah menentukan harga hanya dengan melihat harga pesaing.

Jika biaya produksi, biaya operasional, pemasaran, distribusi dan risiko usaha tidak dihitung secara cermat, harga jual yang terlihat kompetitif justru bisa membuat margin keuntungan terlalu tipis.

Pelaku usaha sebaiknya mengetahui biaya sebenarnya untuk menghasilkan satu produk atau memberikan satu layanan. Dari angka tersebut, barulah harga jual dan target keuntungan dapat ditentukan secara lebih rasional.