NU Peduli Salurkan 63 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Pekalongan

NU Peduli menyalurkan bantuan 63.000 liter air bersih untuk warga terdampak kekeringan di tiga wilayah Kabupaten Pekalongan. Foto: Dok. NU Online

Koordinasi tersebut dilakukan agar penyaluran tidak terpusat pada satu wilayah, mengingat masih terdapat daerah lain yang membutuhkan pasokan air bersih selama musim kemarau.

Fawaid menjelaskan, sumber air yang digunakan dalam bantuan tersebut berasal dari mata air di Desa Paninggaran. Meski demikian, warga Dukuh Sikawat masih menghadapi kendala dalam memperoleh air karena instalasi jaringan air di kawasan perumahan baru belum selesai dibangun.

Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat harus mengandalkan bantuan pengiriman air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga :  Tangkap Geliat Pasar EV, Kemnaker Siapkan SDM Terampil untuk Sektor Green Jobs

Ia mengungkapkan, kekeringan di Kabupaten Pekalongan umumnya mulai dirasakan sejak Agustus. Dampaknya tidak hanya menyulitkan warga untuk memasak dan memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga untuk keperluan ibadah, termasuk berwudhu.

Menurut Fawaid, masyarakat menyambut baik bantuan yang diberikan karena air bersih menjadi kebutuhan mendesak ketika musim kemarau berlangsung cukup panjang.

NU Peduli pun berencana meneruskan distribusi air bersih hingga November mendatang. Pada tahun sebelumnya, pengiriman bantuan air bersih bahkan tercatat mencapai 33 kali.

Baca Juga :  Jangan Sampai Jabatan dan Harta Melalaikan, Ini Pesan Khutbah Jumat dari Surah At-Takatsur

Meski demikian, penyaluran air melalui mobil tangki dinilai belum cukup untuk mengatasi persoalan kekeringan secara berkelanjutan. Karena itu, diperlukan pembangunan infrastruktur yang mampu menjamin ketersediaan air bagi masyarakat dalam jangka panjang.

Salah satu upaya yang dinilai dapat dilakukan adalah membangun jaringan perpipaan dari sumber mata air serta menyediakan bak penampungan air hujan untuk memenuhi kebutuhan warga ketika musim kemarau tiba.