Menaker Yassierli: Penyandang Disabilitas Perlu Pelatihan Sesuai Kebutuhan Dunia Kerja

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mendorong pelatihan kerja inklusif bagi penyandang disabilitas melalui pembangunan BLK khusus di Bekasi, Jawa Barat. Foto: Biro Humas Kemnaker

Menurut Yassierli, pelatihan tersebut tidak hanya berfokus pada penguasaan keterampilan teknis. Kurikulum juga mencakup pembentukan karakter dan pengembangan kecakapan digital agar kemampuan lulusan sesuai dengan perkembangan kebutuhan pasar kerja.

Kemnaker turut menyiapkan Digital Skills Lab untuk pelatihan pemrograman berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), Batik & Craft Studio, serta Laboratorium Terapi Sensori.

Ruang pembelajaran dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan peserta dengan beragam jenis disabilitas, mulai dari tunarungu, tunanetra, tunadaksa hingga disabilitas intelektual.

Baca Juga :  Kemnaker Gelar Seleksi Kerja Penyandang Disabilitas Tuli bersama Dunia Usaha

Selain keterampilan, kesiapan mental peserta juga menjadi perhatian dalam proses pelatihan. Kemnaker menyediakan layanan konseling psikologi karier untuk membantu peserta mengenali potensi diri, membangun kepercayaan diri, serta mempersiapkan diri menghadapi lingkungan profesional.

Untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman, kawasan pelatihan juga dilengkapi Healing Garden, musala inklusif dengan fasilitas wudu adaptif, panduan Braille dan audio, serta Playground & Entertainment Zone.

Berbagai fasilitas tersebut diharapkan dapat menunjang aktivitas peserta selama mengikuti pelatihan, sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah bagi penyandang disabilitas.

Baca Juga :  Kemnaker Siapkan Tim Khusus Tindaklanjuti Perselisihan Hubungan Industrial di PT Epson

Yassierli berharap dunia usaha dan para pemangku kepentingan turut berperan dalam membuka kesempatan kerja bagi lulusan pelatihan.

Keterlibatan perusahaan dinilai penting agar keterampilan yang diperoleh peserta selaras dengan kebutuhan pekerjaan. Dengan demikian, pelatihan tidak hanya meningkatkan kompetensi, tetapi juga menjadi salah satu jalan untuk memperluas partisipasi penyandang disabilitas dalam dunia kerja. (syu)