Selain ketepatan perencanaan, Hardiyanto menyoroti pentingnya efisiensi anggaran melalui kebijakan automatic adjustment atau penyesuaian anggaran secara otomatis.
Ia menjelaskan, efisiensi bukan berarti meniadakan perjalanan dinas, melainkan memastikan setiap pelaksanaannya benar-benar diperlukan, memiliki urgensi, dan mendukung pencapaian prioritas organisasi.
Kegiatan yang memungkinkan dilaksanakan secara daring juga dapat menjadi alternatif untuk menekan biaya tanpa mengurangi efektivitas koordinasi dan pelaksanaan tugas.
Di sisi lain, pemantauan realisasi anggaran melalui aplikasi e-Monev Bappenas dan e-Monev keuangan perlu dilakukan secara berkala. Langkah ini penting untuk mengukur kesesuaian antara rencana, realisasi anggaran, dan target kinerja yang telah ditetapkan.
Menutup amanatnya, Hardiyanto menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan anggaran membutuhkan keterlibatan seluruh unit kerja, bukan hanya tim yang menangani perencanaan dan keuangan.
Ia mengajak seluruh jajaran Kanwil Kemenag Provinsi Jambi memperkuat koordinasi dan kolaborasi agar setiap program dapat terlaksana secara tepat sasaran.
“Perencanaan harus mampu menerjemahkan kebijakan menjadi program dan target kinerja yang jelas. Karena itu, setiap usulan kegiatan perlu disusun secara terukur, sesuai prioritas, serta didukung anggaran yang rasional dan dapat dipertanggungjawabkan,” demikian penekanan Hardiyanto dalam amanatnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan dalam menggunakan anggaran agar efisiensi tetap berjalan seiring dengan pencapaian target organisasi.
“Melalui koordinasi, evaluasi berkala, dan pemanfaatan anggaran secara bijak, kita berharap pelaksanaan program di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi Jambi semakin efektif, efisien, dan akuntabel,” tutupnya. (abs)









