Gus Kikin Ungkap Sejarah Panjang Hubungan Indonesia dan Palestina

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Hakim Mahfudz saat sambutan dalam acara Muhadhoroh ‘Ammah di Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Foto: tangkapan layar YouTube Tebuireng Official

SIDAKPOST.ID, JOMBANG – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menyebut hubungan Indonesia dengan Palestina telah memiliki akar sejarah yang panjang. Menurutnya, hubungan tersebut tidak terlepas dari perjuangan ulama Indonesia, khususnya KH Hasyim Asy’ari.

Hal itu disampaikan Gus Kikin saat memberikan sambutan pada kegiatan Muhadhoroh ‘Ammah di Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Ahad (27/9/2026). Informasi tersebut dilansir dari NU Online.

Kegiatan itu turut dihadiri Duta Besar Palestina untuk Republik Indonesia HE Abdulfattah AK Al-Sattari, Imam Besar Masjid Al-Aqsa Palestina HE Sheikh Mohammad AM Hussein, serta Penasihat Presiden Palestina Bidang Keagamaan HE Dr Mahmoud SA Al-Habbash.

Gus Kikin menyampaikan bahwa kedatangan para tokoh Palestina menjadi kehormatan bagi Pesantren Tebuireng yang didirikan KH Hasyim Asy’ari pada 1899 setelah menimba ilmu di Makkah.

Baca Juga :  Awali Kepemimpinan PBNU, Gus Kikin Temui Dubes Arab Saudi

Ia kemudian mengingatkan kembali kiprah KH Hasyim Asy’ari yang tidak hanya dikenal sebagai ulama, tetapi juga memiliki perhatian terhadap perjuangan kemerdekaan di berbagai negara.

“Beliau di dalam mengajarkan ilmu-ilmu agama, beliau juga seorang pejuang-pejuang kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Beliau memiliki hubungan yang sangat kuat di beberapa negara di tahun 1897,” ujar Gus Kikin.

Ia mengatakan, KH Hasyim Asy’ari bersama sejumlah sahabatnya pernah mendorong perjuangan kemerdekaan negara-negara Islam, termasuk Malaysia, Mesir dan Palestina.

Menurut Gus Kikin, hubungan Indonesia dengan Palestina telah terjalin jauh sebelum Indonesia merdeka pada 1945.

“Indonesia akhirnya mendapatkan kemerdekaan pada tahun 1945 atas perjuangan panjang KH Hasyim Asy’ari. Karena itu kita memiliki hubungan yang sangat panjang dengan Palestina,” katanya.

Baca Juga :  Menaker: Pelatihan Vokasi Jadi Langkah Nyata Siapkan Tenaga Kerja Kompeten.

Gus Kikin juga menyebut KH Hasyim Asy’ari telah menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sejak 1938. Semangat tersebut, kata dia, masih dijaga di lingkungan Tebuireng melalui doa untuk Palestina.

“Sekarang kita masih membacakan Qunut Nazilah yang dibaca setiap saat kita shalat berjamaah di Masjid Tebuireng. Ini dengan kita mendoakan Palestina, kemerdekaan Palestina, kesejahteraan Palestina,” ungkapnya.

Ia menilai kunjungan para tokoh Palestina ke Tebuireng dapat menjadi ruang untuk memperkuat hubungan dan ukhuwah, khususnya melalui kerja sama di bidang pendidikan maupun bidang lainnya.

“Perlu juga kita membangun kebersamaan di Indonesia maupun di luar negeri bersama dengan negara-negara Islam yang lain termasuk juga dengan Palestina. Keakraban ini harus kita tingkatkan hubungan-hubungan pendidikan kemudian kerjasama-kerjasama di bidang-bidang yang lain,” katanya.