Gubernur Jambi, Danrem 042/Gapu, dab Wakapolda Jambi Tinjau Lokasi Karhutla dan Tambah Personel Satgas di Desa Labuhan Pring.

Gubernur Jambi Al Haris bersama Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin dan Wakapolda Jambi meninjau lokasi karhutla di Desa Labuhan Pring, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Foto: Absah

SIDAKPOST.ID, JAMBI – Tanjung Jabung Timur kamis 22 Oktober 2026 – Gubernur Jambi H. Al Haris, S.Sos., M.H., bersama Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin dan Wakapolda Jambi meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Labuhan Pring, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat terhadap kebakaran yang telah berlangsung cukup lama sekaligus memastikan upaya penanganan di lapangan berjalan optimal.

Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat secara langsung kondisi wilayah terdampak serta langkah-langkah penanganan yang dilakukan oleh personel Satuan Tugas (Satgas) Karhutla. Selain itu, dilakukan pula penambahan personel guna memperkuat upaya pemadaman dan pengendalian kebakaran di wilayah tersebut.

Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin menyampaikan bahwa Desa Labuhan Pring merupakan salah satu wilayah yang telah cukup lama terdampak karhutla. Oleh karena itu, diperlukan langkah penanganan yang intensif serta dukungan personel tambahan untuk mempercepat pengendalian kebakaran.

Baca Juga :  Babinsa Sukarman Sebut Patuhi Prokes dan Vaksinasi Bisa Cegah Corona

“Hari ini kita bersama Bapak Gubernur dan Bapak Wakapolda meninjau lokasi kebakaran yang ada di Desa Labuhan Pring. Desa ini memang sudah cukup lama terdampak karhutla. Kemudian, kita juga mendrop personel untuk penambahan kekuatan di desa ini,” ujar Danrem 042/Gapu.

Baca Juga :  Cegah Hama Padi, Babinsa Koramil 416-03/Sungai Bengkal Lakukan Penyemprotan Pestisida

Ia menjelaskan, kondisi geografis dan akses menuju lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat menjadi tantangan tersendiri dalam proses penanganan karhutla. Untuk mengatasi kendala tersebut, penambahan personel akan dilakukan melalui jalur udara menggunakan helikopter.

“Karena wilayah ini sulit dijangkau melalui jalur darat, maka personel tambahan akan kita turunkan menggunakan helikopter agar dapat segera mencapai lokasi dan memperkuat upaya penanganan karhutla,” tambahnya.