3. Jadwal Tidur Tidak Teratur
Tidur dan bangun pada jam yang berbeda setiap hari dapat mengganggu ritme sirkadian, yaitu sistem biologis yang membantu mengatur waktu tidur dan terjaga.
Akibatnya, seseorang mungkin merasa mengantuk pada siang hari, tetapi justru kesulitan tidur ketika malam tiba.
4. Mengonsumsi Kafein Terlalu Dekat dengan Waktu Tidur
Kopi, teh, minuman berenergi, dan beberapa jenis minuman lainnya mengandung kafein yang dapat meningkatkan kewaspadaan.
Apabila dikonsumsi menjelang waktu tidur, kafein dapat membuat seseorang sulit terlelap atau mengurangi kualitas tidurnya. Pengaruhnya berbeda-beda pada setiap orang, bergantung pada jumlah konsumsi dan sensitivitas tubuh.
5. Stres dan Pikiran yang Belum Tenang
Tekanan pekerjaan, masalah keluarga, maupun kekhawatiran terhadap berbagai persoalan dapat memengaruhi kualitas istirahat.
Ketika pikiran terus bekerja menjelang tidur, tubuh mungkin kesulitan mencapai kondisi rileks. Akibatnya, seseorang dapat mengalami kesulitan tidur atau sering terbangun pada malam hari.
6. Gangguan Kesehatan Tertentu
Rasa lelah yang terus muncul setelah tidur juga dapat berkaitan dengan kondisi medis, seperti anemia, gangguan tiroid, depresi, atau sleep apnea.
Sleep apnea merupakan gangguan yang menyebabkan pernapasan berulang kali terhenti atau berkurang selama tidur. Kondisi ini dapat mengganggu kualitas istirahat dan menimbulkan rasa kantuk berlebihan pada siang hari.
Karena itu, keluhan kelelahan yang berlangsung terus-menerus sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai akibat kurang tidur.
Cara Memperbaiki Kualitas Tidur agar Bangun Lebih Segar
Untuk mendapatkan istirahat yang lebih berkualitas, terdapat sejumlah kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.









