Kementerian Ketenagakerjaan melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) turut membina kontingen bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, mitra industri, serta lembaga pendidikan.
Menurut Sukro, pengalaman di WSC juga menjadi bahan pembelajaran bagi pengembangan pelatihan vokasi di Indonesia, terutama dalam melihat tuntutan kompetensi, teknologi, presisi, dan kualitas kerja.
Sebagai tindak lanjut, ragam test project dan kriteria penilaian WSC Shanghai 2026 akan diadopsi ke dalam pembaruan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Peralatan workshop di BBPVP/BPVP dan unit sekolah kejuruan juga akan dimodernisasi.
Sukro menyebut, ke depan Kemnaker akan menyiapkan keikutsertaan di WSC secara lebih dini dan matang dengan berkoordinasi bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Seleksi tingkat nasional direncanakan berlangsung satu tahun sebelum kompetisi. Kemnaker juga akan berupaya menyelaraskan persiapan WSC dengan selain Training Centre juga Talent Innovation Hub (TIH). (syu)









