Kebutuhan cairan setiap orang berbeda-beda, bergantung pada aktivitas, kondisi tubuh, cuaca, dan faktor lainnya. Jangan hanya mengandalkan rasa haus sebagai satu-satunya pengingat untuk minum.
3. Konsumsi Makanan Bergizi dan Teratur
Pola makan yang tidak teratur dapat membuat tubuh kekurangan asupan energi untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Usahakan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, termasuk sumber karbohidrat, protein, lemak sehat, sayur, dan buah.
Beberapa pilihan makanan yang bisa dikonsumsi antara lain nasi, telur, ikan, tempe, tahu, sayuran hijau, dan buah-buahan.
Jika sering melewatkan waktu makan, cobalah mengatur jadwal makan secara lebih teratur. Pilih camilan bergizi apabila diperlukan di antara waktu makan utama.
Hindari terlalu mengandalkan minuman manis atau minuman berkafein untuk mengatasi rasa lelah. Kafein memang dapat membuat seseorang merasa lebih waspada untuk sementara, tetapi konsumsi pada waktu yang tidak tepat dapat mengganggu tidur.
4. Jangan Terlalu Lama Duduk atau Berbaring
Meski terdengar berlawanan, kurang bergerak juga dapat membuat tubuh terasa lesu. Aktivitas fisik ringan secara rutin bisa membantu menjaga kebugaran dan meningkatkan suasana hati.
Tidak perlu langsung melakukan olahraga berat. Mulailah dengan berjalan kaki selama 10–15 menit, melakukan peregangan, atau bergerak ringan di sela-sela pekerjaan.
Jika sudah terbiasa, tingkatkan aktivitas secara bertahap sesuai kemampuan tubuh.
Namun, jangan memaksakan diri apabila rasa lelah disertai pusing, sesak napas, nyeri dada, atau kelemahan yang tidak biasa. Utamakan keselamatan dan cari pertolongan medis sesuai kebutuhan.
5. Luangkan Waktu untuk Mengelola Stres
Kelelahan tidak selalu berasal dari kondisi fisik. Tekanan pekerjaan, masalah keluarga, dan pikiran yang terus-menerus aktif juga dapat menguras energi.









