Opini  

Percepatan Penanggulangan Bencana Aceh Tamiang di Bawah Kepemimpinan Presiden Prabowo – Bukti Komitmen Nyata, Bukan Klaim Kosong

Petugas dan pejabat meninjau serta membersihkan fasilitas terdampak banjir di Aceh Tamiang sebagai bagian dari percepatan penanggulangan bencana di bawah arahan Prabowo Subianto. Foto: Rasyid

Sebelum Presiden Prabowo Subianto melaksanakan Shalat Idul Fitri bersama masyarakat di Mesjid Darussalam, Kawasan huntara Kabupaten Aceh Tamiang pada tanggal 21 Maret 2026, data di lapangan menegaskan bahwa proses pemindahan masyarakat telah mencapai titik kritis yang menggembirakan, hampir seluruh pengungsi telah keluar dari tenda darurat, infrastruktur listrik juga dilaporkan pulih hingga mencapai 99 persen. Kunjungan langsung Presiden Prabowo pada momentum Idul fitri kali ini secara langsung memverifikasi laporan berjenjang yang diterimanya, mendengar suara rakyat di tengah hunian sementara, serta memastikan bahwa setiap langkah pemulihan yang dilakukan pemerintah telah benar-benar berbasis pada data riil dan akuntabel.

Baca Juga :  Opini : Al Haris Bapak Infrastruktur Jambi

Membangun ribuan unit huntara di lokasi pasca-katastrofi tentu bukanlah pekerjaan yang bisa diselesaikan secara instan, proses ini menuntut pasokan material yang masif, koordinasi presisi antar lembaga, serta keterlibatan tenaga ahli lokal — di mana 70 persen di antaranya berasal dari warga Aceh Tamiang sendiri. Sebagai bagian dari humanisasi kerja yang bijak dan berkelanjutan, para pekerja konstruksi yang bekerja tanpa lelah selama bulan Ramadan kini sedang mengambil jeda libur bersama untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga. Jeda ini diharapkan dapat mengisi kembali energi mereka dengan semangat yang lebih tinggi dan lebih produktif dalam menyelesaikan sisa pembangunan huntara pasca jeda libur bersama.

Bagi para ibu dan keluarga di desa-desa terdampak seperti Sekumur yang masih berada di tenda-tenda pengungsian, kami memahami betul kepedihan yang mendalam itu. setiap keluarga memang sangat membutuhkan kepastian hunian layak yang segera. Namun, pemerintah tidak pernah menutup mata terhadap realitas di lapangan. Justru sebaliknya, dengan kesadaran penuh akan penderitaan tersebut, seluruh jajaran sedang bekerja tanpa henti untuk mempercepat penyelesaian huntara.