Pada motor dengan indikator bensin, pastikan pembacaannya sesuai kondisi tangki. Jika motor menggunakan sistem karburator, gangguan pada aliran bahan bakar juga dapat menjadi penyebab mesin sulit dihidupkan.
Gunakan bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan dan hindari menggunakan bahan bakar yang kualitasnya diragukan.
4. Gunakan Starter dengan Cara yang Tepat
Ketika motor sulit menyala, hindari menekan tombol starter terus-menerus tanpa jeda. Cara tersebut dapat menguras aki dan membebani komponen starter.
Tekan starter sesuai petunjuk buku manual, lalu beri jeda sebelum mencoba kembali. Pastikan posisi kunci kontak, sakelar mesin, dan standar samping sesuai ketentuan kendaraan.
Untuk motor bertransmisi otomatis, ikuti prosedur menghidupkan mesin yang dianjurkan pabrikan. Jangan memaksakan mesin jika muncul suara tidak normal atau tercium bau kabel terbakar.
5. Perhatikan Cara Menghidupkan Motor Injeksi dan Karburator
Motor injeksi dan motor karburator memiliki sistem suplai bahan bakar yang berbeda sehingga cara penanganannya juga tidak selalu sama.
Pada motor injeksi, putar kunci kontak ke posisi ON dan tunggu proses pemeriksaan awal sistem selesai sebelum menekan starter, sesuai petunjuk pabrikan.
Sementara itu, motor karburator yang dilengkapi choke dapat memerlukan penggunaan choke ketika mesin dingin. Gunakan sesuai petunjuk kendaraan dan kembalikan ke posisi normal setelah mesin mulai hangat.
Jangan membuka gas atau menggunakan choke secara berlebihan karena prosedur yang tepat bergantung pada jenis motor dan kondisi mesin.
6. Lakukan Perawatan Berkala
Motor yang jarang diservis berisiko mengalami gangguan pada sejumlah komponen, termasuk filter udara, busi, sistem bahan bakar, dan celah katup.









