SIDAKPOST.ID, JAMBI – Konsumsi energi per kapita di Indonesia diproyeksikan terus meningkat hingga mencapai 11.208 kWh pada 2030. Proyeksi ini menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam merencanakan kebutuhan energi masa depan, termasuk menjaga ketersediaan pasokan dan mendorong efisiensi energi secara berkelanjutan.
Prediksi tersebut dipaparkan Bella Arisha, M.Sc., dosen Universitas Jambi, dalam webinar penelitian bertajuk “Pemodelan ARIMA, Meramal Tren Energi untuk Kebijakan Berkelanjutan” yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) secara daring, Jumat (9/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Bella membahas pemanfaatan metode statistik untuk membaca pola konsumsi energi berdasarkan data historis. Webinar dipandu Nurrahma Sari Putri, M.BA., dosen Program Studi Manajemen Keuangan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
Bella menjelaskan, penelitian yang dipaparkannya menggunakan metode Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) untuk meramalkan konsumsi energi per kapita di Indonesia berdasarkan data periode 1965–2023.
Analisis dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari prapemrosesan data, pengujian stasioneritas menggunakan Augmented Dickey-Fuller Test, hingga identifikasi model dengan memperhatikan Autocorrelation Function (ACF) dan Partial Autocorrelation Function (PACF).
Selanjutnya, model dievaluasi menggunakan nilai Akaike Information Criterion (AIC) untuk menentukan model yang paling sesuai dengan karakteristik data penelitian.
“Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ARIMA (2,2,1) memberikan kecocokan yang memadai terhadap data serta mampu menangkap fluktuasi dalam tren jangka panjang,” ujar Bella.
Berdasarkan hasil pemodelan tersebut, konsumsi energi per kapita Indonesia diperkirakan mengalami peningkatan secara moderat hingga 2030. Hasil peramalan ini dapat menjadi salah satu referensi bagi pemangku kebijakan dalam menyusun perencanaan penyediaan energi, menjaga keamanan pasokan, serta meningkatkan efisiensi pemanfaatan energi.
Bella menilai, kecenderungan kenaikan konsumsi energi perlu diantisipasi melalui pengembangan sumber energi terbarukan dan penguatan program konservasi energi.
Menurutnya, hasil peramalan statistik dapat dimanfaatkan untuk mendukung perencanaan energi yang lebih terukur, terutama dalam menghadapi kebutuhan energi jangka panjang dan mendorong peralihan menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan.
“Mengintegrasikan hasil peramalan ini ke dalam strategi energi nasional akan mendukung komitmen Indonesia dalam mencapai target pembangunan berkelanjutan dan transisi energi,” katanya. (ais)









