Menaker: Ekonomi Sirkular Buka Peluang Jutaan Lapangan Kerja Baru

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli. Foto : Humas Kemnaker

Yassierli menilai peluang tersebut membutuhkan kolaborasi antara pelaku usaha dan tenaga ahli dari berbagai disiplin ilmu, terutama dalam pengembangan teknologi pengolahan material.

Menurutnya, mahasiswa teknik industri perlu menggandeng bidang keilmuan lain, seperti farmasi dan teknik kimia, agar potensi limbah dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan peluang bisnis.

Namun, ia mengingatkan bahwa peluang ekonomi sirkular tidak cukup hanya dilihat dari aspek penciptaan usaha dan lapangan kerja. Pekerjaan yang berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan juga harus memenuhi prinsip pekerjaan layak (decent work), termasuk memberikan upah wajar, perlindungan sosial, serta keselamatan dan kesehatan kerja.

Baca Juga :  Jasa Raharja Jambi, Bincang-bincang Santai dalam Penutupan PKJ

“Green jobs itu tidak hanya hijau, tetapi juga harus layak. Jangan sampai kita membangun ekosistem yang ramah lingkungan, tetapi pekerjaannya tidak terlindungi dan gajinya jauh di bawah upah minimum,” tegasnya.

Ia mencontohkan pekerja pemilah sampah yang selama ini banyak berada di sektor informal. Padahal, mereka memiliki kontribusi penting dalam ekosistem ekonomi sirkular.

Baca Juga :  Sampaikan Pesan Presiden Prabowo, Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 kepada Dir jen ILO

Karena itu, pemerintah berupaya memperkuat pengakuan profesi pemilah sampah, meningkatkan keterampilan mereka agar mampu mengolah material menjadi produk bernilai tambah, serta memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Untuk menangkap peluang tersebut, Yassierli menekankan pentingnya menyiapkan kompetensi tenaga kerja melalui peningkatan keterampilan (upskilling) dan pelatihan ulang (reskilling).

Kemnaker menjalankan berbagai program, antara lain Pelatihan Vokasi Nasional dan Pemagangan Nasional (MagangHub), agar tenaga kerja memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri yang terus berubah.