JK Dorong Muhammadiyah Perkuat Pencegahan Bencana Berbasis Lingkungan

Ketua Umum PMI Jusuf Kalla saat menyampaikan sambutan pada penutupan Rakernas LRB/MDMC PP Muhammadiyah di Yogyakarta, Ahad (13/9/2026). Foto: Dok. muhammadiyah.or.id

Soroti Nama Lembaga Kebencanaan

Dalam kesempatan itu, JK juga memberikan masukan mengenai penggunaan nama Muhammadiyah Disaster Management Center atau MDMC.

Menurutnya, nama yang panjang dan menggunakan istilah asing berpotensi kurang mudah diingat masyarakat, terutama ketika terjadi keadaan darurat di daerah.

“Masyarakat saat darurat itu butuh nama yang pendek dan gampang diingat, antara dua sampai tiga huruf saja. Kalau namanya panjang dan pakai bahasa Inggris, orang di daerah bisa lupa saat mau minta bantuan,” ujarnya.

JK bahkan melontarkan usulan nama sederhana dalam bahasa Indonesia agar lebih mudah dipahami masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikannya dengan nada bergurau dan mendapat respons dari peserta Rakernas.

Baca Juga :  Ketua PP Muhammadiyah: Mahasiswa Harus Jadi Pembelajar Sepanjang Hayat

Potensi Besar Muhammadiyah

JK menilai Muhammadiyah memiliki modal yang kuat untuk berperan dalam penanggulangan bencana. Jaringan rumah sakit, perguruan tinggi, organisasi hingga relawan yang tersebar di berbagai wilayah menjadi kekuatan dalam mendukung kerja-kerja kemanusiaan.

Namun, ia mengingatkan besarnya potensi tersebut harus disertai transparansi dan akuntabilitas. Hal itu penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat maupun para donatur.

“Lembaga kemanusiaan itu berdiri di tengah-tengah antara pihak yang memberi sumbangan dan korban yang dibantu. Senjata utamanya adalah kepercayaan, sehingga laporan keuangan dan audit publik harus disebar secara berkala agar masyarakat yakin bantuannya benar-benar sampai,” tegas JK.

Baca Juga :  Gempa M 5,9 Guncang Kepulauan Seribu, Perjalanan KRL Sempat Dihentikan

Menutup arahannya, JK mengajak PMI dan Muhammadiyah memperkuat sinergi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, menjaga lingkungan, serta meningkatkan kecepatan respons kemanusiaan di berbagai wilayah Indonesia.

“Insyaallah, kerja sama yang kita kaji bersama terkait kemanusiaan kita lakukan secara bersama-sama untuk kebaikan kemanusiaan dan juga menjadi amal bagi kita semuanya,” pungkasnya.

Editor: Madi