Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam pengelolaan wilayah dan pengembangan sektor produktif. Namun, Tanjung Jabung Timur dinilai mampu memaksimalkan potensi yang dimiliki, terutama di bidang pertanian.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, produksi padi Kabupaten Tanjung Jabung Timur pada 2025 mencapai 34.559 ton. Capaian itu menempatkan daerah tersebut sebagai salah satu sentra produksi padi terbesar keempat di Provinsi Jambi.
“Capaian-capaian tersebut menunjukkan bahwa dengan pengelolaan yang tepat, pemanfaatan teknologi pertanian, serta kerja keras para petani, kondisi geografis bukanlah penghalang untuk meningkatkan produktivitas dan memperkuat ketahanan pangan daerah,” tuturnya.
Selain sektor pertanian, Abdullah Sani juga menyoroti potensi strategis Tanjung Jabung Timur dari sisi lingkungan dan geografis. Daerah ini memiliki Taman Nasional Berbak, kawasan konservasi penting yang melindungi ekosistem hutan rawa gambut dan rawa pantai.
Wilayah perairan laut Tanjung Jabung Timur juga berada pada jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI), yang menjadi bagian dari rute pelayaran nasional maupun internasional. Posisi tersebut turut memberikan peluang bagi pengembangan ekonomi daerah, termasuk sebagai kawasan penyangga dalam segitiga pertumbuhan ekonomi Singapura-Batam-Johor atau SIBAJO.
Atas berbagai potensi dan capaian tersebut, Pemerintah Provinsi Jambi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur beserta masyarakat yang terus berkontribusi terhadap pembangunan.
“Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi sangat mengapresiasi atas kinerja serta capaian yang telah dilakukan Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan sepatutnya kita menghargai setiap upaya dan pengabdian yang telah diberikan demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur,” pungkasnya.









