Rano menilai langkah tersebut menunjukkan pentingnya penyidikan berkelanjutan dengan pendekatan berbasis intelijen guna mengantisipasi perubahan modus operandi jaringan penyelundupan.
Selain memberikan apresiasi, Rano juga meminta agar keberhasilan penindakan tidak berhenti pada penyitaan barang bukti dan pengamanan awak kapal.
Ia mendorong aparat penegak hukum mengembangkan penyidikan untuk mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat, mulai dari pengendali jaringan, pemodal, pemasok, hingga penerima barang.
Penelusuran terhadap aliran dana juga dinilai penting untuk memutus sumber pembiayaan dan mencegah jaringan penyelundupan kembali menjalankan aktivitasnya.
Rano turut mendorong peningkatan kerja sama pertukaran informasi lintas negara, penguatan pengawasan wilayah maritim, serta penelusuran aset yang diduga berkaitan dengan tindak kejahatan.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa seluruh proses penegakan hukum harus dilakukan secara profesional, berdasarkan alat bukti yang sah, serta tetap menjunjung tinggi prinsip akuntabilitas dan ketentuan hukum yang berlaku.
Menurutnya, keberhasilan pemberantasan narkoba juga harus diimbangi dengan penguatan upaya pencegahan, edukasi masyarakat, perlindungan terhadap pemberi informasi, dan penyediaan akses rehabilitasi sesuai kebutuhan.
Rano berharap sinergi antara Polri, BNN, Bea Cukai, dan instansi terkait terus diperkuat untuk melindungi masyarakat, terutama generasi muda, dari ancaman peredaran narkoba.
Menutup keterangannya, Rano menegaskan bahwa pengungkapan kasus tersebut harus menjadi pijakan untuk membongkar jaringan penyelundupan secara menyeluruh, termasuk pihak yang memperoleh keuntungan dari aktivitas ilegal tersebut.









