Opini  

Opini : Menolak Narkoba, Memilih Pemimpin yang Berintegritas dan Bebas Narkoba

Ketua humas gerakan mahasiswa Merangin jambi Ade Saputra. Foto : sidakpost.id/ist

Oleh : Ade Saputra

Indonesia kini sudah darurat narkoba dan ada upaya melemahkan bangsa dengan menggunakan narkoba sebagai senjata perang modern. Banyak cara yang digunakan bandar narkoba untuk menyelundupkan dan mengenalkan narkoba kepada anak muda, mulai dari permen sampai rokok elektrik. Hal ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan masyarakat, mengingat generasi muda merupakan aset penting untuk masa depan bangsa.

Penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga mengancam stabilitas sosial dan ekonomi negara. Masyarakat yang terjerat dalam lingkaran ketergantungan narkoba akan mengalami penurunan produktivitas, serta berpotensi menambah angka kriminalitas. Oleh karena itu, langkah-langkah preventif dan rehabilitatif harus dilakukan secara simultan untuk memerangi penyebaran narkoba.

Baca Juga :  Menjadi Seorang Guru Adalah Pekerjaan Yang Mulia

Pendidikan dan penyuluhan tentang bahaya narkoba perlu ditingkatkan, khususnya di kalangan pelajar. Keluarga juga memiliki peran vital dalam memberikan pemahaman yang benar tentang narkoba, sehingga anak-anak dapat mengenali dan menolak tawaran yang berbahaya. Selain itu, pemerintah harus memperkuat penegakan hukum terhadap pengedar dan bandar narkoba, serta menggandeng masyarakat dalam memberantas peredaran barang haram ini.

Baca Juga :  Perubahan atau Manipulasi? Isu Perubahan dalam Kampanye Mantan Pecandu Narkoba

Satu aspek penting yang tak boleh diabaikan adalah rehabilitasi bagi mereka yang sudah terlanjur terjerat narkoba. Program rehabilitasi yang efektif dapat membantu mantan pengguna kembali ke masyarakat dengan kemampuan dan keterampilan yang memadai. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, mantan pecandu narkoba dapat diberdayakan untuk menjadi individu yang produktif dan berkontribusi positif bagi masyarakat.