Dengan pendekatan berbasis domisili korban dan pemberdayaan aparatur kecamatan serta desa, program ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem keselamatan yang lebih menyentuh perilaku masyarakat secara langsung.
Jasa Raharja menargetkan tercapainya peningkatan pemahaman peserta, terlaksananya rencana aksi yang
berkelanjutan, serta penurunan angka kecelakaan di wilayah-wilayah prioritas.
“Melalui kolaborasi yang lebih intensif dengan pemangku kepentingan lokal, Jasa Raharja optimistis bahwa transformasi budaya keselamatan dapat berkembang lebih cepat dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat di seluruh Indonesia,” kata Dewi. (Ais)







