Rilis Akhir Tahun 2022 Tren Kasus Menurun, Upaya Pencegahan Menjadi Prioritas Kapolres Bungo

Tampak Kapolres Bungo Tengah, AKBP Bram didampingi Wakapolres dan Kabag OPS Dalam Konferensi Pers Akhir Tahun 2022. Foto : sidakpost.id/Zakaria

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Menjelang akhir tahun 2022 Polres Bungo merilis beberapa penanganan dan penyelesaian dari kasus tindak pidana sepanjang tahun 2022 di Aula Mapolres Bungo, Sabtu (31/12/2022).

Konferensi Pers dipimpin langsung oleh Kapolres Bungo, AKBP Wahyu Bram yang didampingi oleh Waka Polres, Kabag OPS dan sejumlah Kasat serta awak media yang ada di wilayah kabupaten Bungo.

“Secara umum kasus tindak pidana tahun 2022 trendnya menurun, namun ada dari beberapa kasus pencurian masih tinggi. Selain itu, kasus penganiayaan meningkat kasus ini diindikasi dengan peningkatan peredaran narkoba,” ujar AKBP Bram.

Konferensi pers di Mapolres Bungo Jelang Akhir Tahun Musnahkan Sejumlah Minuman Keras di Halaman Mapolres. Sabtu (31/12). Foto : sidakpost.id/zakaria

Bram menjelaskan, dari Laka lantas juga terjadi penurunan akan tetapi peristiwa lakalantas belum mencapai target yang ditetapkan oleh oleh Polres Bungo angka penurunannya.

Namun disisi lain, ada peningkatan dari upaya penindakan illegal things, seperti BBM, Peti, Logging. Ini menandakan ini lebih meningkat dari tindak pidana things.

“Jadi untuk kasus curat, curanmor, dan curas trans di Tahun 2022 menurun akan tetapi, untuk kasus pencurian ringan yang meningkat. Sedangkan untuk narkoba dari tahun lalu meningkat dari 85 kasus hingga 87 kasus,” kata Bram.

Lanjut Kapolres, untuk upaya kedepan agar lebih banyak lagi lapangan pekerjaan bagi masyarakat di setiap kecamatan. Karena bila mereka sudah aktif bekerja maka tak menutup kemungkinan tindakan kejahatan akan berkurang.

“Kami juga akan meningkatkan patroli dan sekaligus meningkatkan pengungkapan kasus pencurian. Memang trans kasus ini semua menurun di semester II Tahun 2022 dan kami terus berupaya agar kasus yang ada di wilayah hukum polres Bungo bisa lebih kecil,” kata dia.

Untuk kasus narkoba, kata Bram, semua pihak harus benar-benar bekerja sama di setiap dusun, untuk menjaga anak -anak agar tidak terlibat dalam penyalahgunaan. Bila sudah terlanjur maka ada baiknya yang bersangkutan direhabilitasi.

“Kita ingin semua kasus yang ada di Bungo lebih kecil, karena semua perlu langkah yang kongkrit agar upaya penanggulangan lebih maksimal. Semua yang terlibat dalam kasus yang di paparkan tersebut juga tidak ingin, akan tetapi, ini perlu perhatian serius semua pemangku kepentingan,” tutupnya. (zek)