Penyalahgunaan Narkoba di Bungo Capai 76 Kasus dan 119 Tersangka

Dibaca: 182 kali
Ketua BNK Bungo H Safrudin Dwi Apriyanto/Foto : sidakpost.id

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Tindak pidana Penyalahgunaan Narkoba di Kabupaten Bungo sepanjang tahun 2021 mencapai 76 kasus. Dari data tersebut usia remaja masih mendominasi.

Di sampaikan oleh Ketua BNK Bungo H Safrudin Dwi Aprianto saat konferensi Pers akhir tahun di Ruang kerjanya, Jumat (31/12/2021). Bahwa sepanjang tahun 2021, kasus narkotika di Polres Bungo berjumlah 76 kasus, dengan melibatkan sebanyak 119 tersangka beserta barang bukti ada sabu-sabu, ganja, dan ekstasi.

Kemudian dari sisi usia, pengguna narkotika saat ini lebih banyak di dominasi usia remaja mulai 19 sampai 30 tahun, Karena ini yang menjadi objek sasaran yaitu generasi muda.

“Ternyata pengguna narkoba hari ini yang berusia 19 sampai 30 tahun, remaja itu cukup besar mencapai 53 orang, dengan presentase mendekati angka 45 persen,” Paparnya.

Menurutnya, menangani masalah narkoba, tidak hanya menjadi tugas kepolisian, BNK, namun menjadi tugas bersama untuk menyelamatkan generasi bangsa, agar terhindar dari bahaya narkoba.

Menangani narkoba tidak bisa dilakukan secara parsial, akan tetapi harus secara komprehensif, termasuk bersinergi bersama semua pihak, tidak hanya melibatkan pemerintah Kabupaten Bungo, BNK, akan tetapi melibatkan semua masyarakat, termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat.

“Serta peran dari OKP dan Ormas, bahkan hingga Pemerintah Dusun, memungkinkan dianggarkan di Dana Desa itu akitivitas untuk mengakomodir atau memfasilitasi anak muda dengan olahraga, sehingga tersalurkan potensi positifnya,”katanya.

Dijelaskan Apri, memang diakui tahun 2021 di tengah masa Pandemi, frekuensi aktivitas BNK Bungo sempat berkurang dalam hal sosialisasi dan penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkoba di tengah masyarakat.

” Memang kita akui, tahun 2021 ini masih dalam situasi pandemi, aktivitas penyuluhan di BNK Bungo juga berkurang, karena kita tahu ada pembatasan mengumpulkan orang dalam jumlah banyak, sehingga frekuensi kegiatan berkurang, namun demikian kita tetap laksanakan di beberapa titik, baik itu Sekolah, Kampus, dan bahkan Desa bekerjasama dengan mahasiswa Kukerta,” cetusnya.

Bahkan belum lama ini pihak nya telah melakukan pertemuan di beberapa titik, dengan melibatkan tokoh masyarakat dalam meningkatkan partisipasi, mempunyai keberanian untuk melaporkan tindak penyalahgunaan narkoba ditengah masyarakat.

“Ada di empat titik di kantor kecamatan kita lakukan pertemuan bersama tokoh agama dan masyarakat, bahkan kita berikan nomor kontak handphone BNK Bungo, Satres Narkoba Bungo, agar mereka berani melapor,”imbuhnya. (jul)

ADVERTISEMENT