Pencuri Getah Karet Kembali Resahkan Warga Tebing Tinggi

Dibaca: 450 kali
Ilustrasi Pencuri Kudun (Getah Karet-red)/Foto : (Istimewa)

SIDAKPOST.ID, BUNGO –  Baru-baru ini warga Dusun Tebing Tinggi, Kecamatan Muko-Muko Bathin VII, diresahkan oleh aksi pencurian kudun (getah karet) yang sudah terisi dalam sayak di dekat batang karet itu sendiri.

Sontak aksi pencurian getah karet itu membuat warga geram karena pelaku belum pernah tertangkap. Menyikapai hal itu, warga akhirnya memutuskan untuk membaca yasin di dua masjid.

Seorang warga Omri mengungkapkan, tradisi membaca Yasin mengungkap pelaku pencurian merupakan tradisi dari nenek moyang terdahulu. Dengan tujuan agar pencuri kudun mendapat azab atas tindakan yang dilakukannya.

“Siapa yang tidak kesal pak, kudun ngan lam limo kali hilang. Entah apo salahnyo kok musuh nian dengan ngan ko. Cuma itulah harapan hidup, tapi niat hendak memanen karet eh malah di curi orang,” ungkap Omri, Minggu (31/10/2021).

Ia juga sudah menyampaikan prihak ini ke BPD dan Pemerintah Dusun. Hasilnya sepakat akan menggelar wirid yasin di dua masjid sekaligus. Tujuan memohon kepada Allah agar pelaku pencuri getah karet bisa terungkap.

“Dari karet itu lah kami menghidupkan keluarga pak, tega orang melakukan hal itu kepada kami, semoga dia diberi azab oleh tuhan yang maha kuas. Kalau satu kali, mungkin tidak terlalu sedih, ini sudah berkali-kali mencuri getah kami,” ucapnya.

Sementara itu, Rio Tebing Tinggi, Ziadi juga membernarkan perihal warga yang kehilangan getah karet di kebun. Supaya pelakunya terungkap maka akan digelar wirid yasin setelah sholat Jumat besok.

“Saya juga mengimbau kepada seluruh warga bila pelaku bisa tertangkap nanti maka jangan main hakim sendiri. Mari kita serahkan kasus ini ke Polisi karena tindakan sudah sangat merugikan orang banyak,”katanya. (zek)

ADVERTISEMENT