Program Karya Rp 50 Juta SZ-Erick Bakal Sasar 544 Kampung dan 73 RW

Dibaca: 135 kali

SIDAKPOST.ID, JAMBI – Program Cabup dan Cawabup Bungo Sudirman Zani dan Dr Erick Muhammad Henrizal (SZ-Erick) benar-benar menyasar ke masyarakat bawah. Pengalaman sebagai Bupati Bungo periode 2011-2016, membuat SZ tau dan pandai dalam menyusun program pro rakyat yang tepat sasaran.

Salah satu program andalan SZ-Erick yang akan direalisasikan jika terpilih yakni program Karya (Kampung dan RW Berdaya). Sesuai dengan namanya, program ini memang bukan disiapkan hanya sebatas desa saja, melainkan langsung ke setiap kampung dan RW.

Di sela-sela acara kampanye dialogis, Cabup Sudirman Zaini menjelaskan, program Karya diyakininya akan lebih aspiratif dan akomodatif karena bersifat bottom up. Selain itu, program Karya juga sangat merata dan tepat sasaran.

“Tidak hanya 141 dusun dengan 544 kampung, program Karya menyasar 12 Kelurahan dengan 73 RW. Saya dan pak Erick yakin program ini akan tepat sasaran karena membidik enititas yang lebih kecil yaitu kampung dan RW.” tegas SZ.

Dijelaskan SZ, program Karya yang dijagokannya disebut sangat sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Karena memudahkan mekanisme perencanaan dan pengawasan.

“Direncanakan, dilaksanakan dan diawasi langsung oleh masyarakat. Jadi tidak bisa main-main dalam hal RAB dan kualitas,” tegas Cabup yang berpasangan dengan Cawabup Erick Muhammad Henrizal ini.

Selain itu, lanjut SZ, program Karya Rp 50 Juta ini bakal mendorong akuntabilitas anggaran. Jika Dana Desa (DD), Anggaran Dana Desa (ADD) dan dana lainnya dikelola oleh kepala desa (Rio), untuk program Karya langsung dikelola RW atau kepala kampung.

“Program ini sangat mengedepankan asas keadilan agar tidak ada kecemburuan bagi masyarakat akibat dari adanya kampung yang dapat dana lebih besar atau sebaliknya. Mengutamakan pemberdayaan masyarakat, khususnya ekonomi dan insfratuktur dengan skala kecil melalui sistim padat karya.” jelasnya.

Kemudian, SZ menuturkan kalau program Karya ini dapat dimanfaatkan secara komplementer dari pendapatan di dusun seperti DD dan ADD dengan mekanisme yang lebih fleksibel.

“Yang paling penting, program Karya ini sangat transparan. Kebocoran dan pungli tidak mungkin bisa terjadi.” sambungnya.

Lebih jauh dikatakan SZ, program Karya juga sangat mengedepankan musyawarah mufakat. Pasalnya, pengelolaan merupakan wewenang masyarakat kampung dan RW sesuai dengan usulan masing-masing yang disepakati bersama didasari kesungguhan dan tanggung jawab. (TMC SZ-Erick)

ADVERTISEMENT