Warga Desa Air Liki Berharap Akses Jalan di Buka Oleh Bupati Terpilih Nanti

Dibaca: 198 kali

SIDAKPOST.ID, MERANGIN – “Mungkin hanya warga kami, masih ada yang belum pernah sama sekali melihat mobil, secara nyata meski Indonesia sudah merdeka 73 Tahun”

Setidaknya demikian, diungkapkan Kades Air Liki Pulpi Marlinton, yang seakan mengambarkan keterpurukan warga Desa Air Liki, Merangin, saat dibincangi oleh tim redaksi sidakpost.id.

Ini bukan mengada -ada lanjut Pulpi, karena bagi warga yang tak pernah keluar dari Desa Air Liki, tentu dipastikan tak akan pernah melihat yang namanya mobil.

“Jadi tak berlebihan, jika saya katakan masih banyak warga Desa Air Liki yang sama sekali belum melihat mobil, lantaran tak pernah keluar kampung,” jelasnya.

Mewakili warga Desa Air Liki lanjutnya, dirinya berharap siapapun nanti yang akan terpilih sebagai Bupati Merangin dalam Pilkada mendatang, pihaknya sangat berharap kepada Bupati terpilih, untuk dapat membuka akses jalan, demi merobek kata ‘terisolir’ dengan membuka akses jalan.

“Itu harapan kami semua warga disini, karena jika bicara suara dalam Pilkada Merangin, tentu keberdaan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang dimiliki dua Desa setempat, baik Desa Air Liki maupun Desa Air Liki Baru, tidak akan banyak membantu kandidat yang tengah berjuang merebut tahta nomor satu Merangin,” bebernya.

Karena DPT kita hanya berjumlah 800 DPT. “Ya, DPT kami kecil, makanya tanpa niat yang kuat dari Bupati terpilih nanti, maka niscaya akses jalan kami akan dibuka Bupati terpilih,” ujar Pulpi.

Tak hanya persoalan akses jalan, persoalan lain yang masih menjadi momok menyedihkan bagi warga Desa Air Liki, terkait dunia pendidikan, dan kesehatan.

“Warga kami disini sekolah hanya sebatas tingkat SMP saja, jika ingin sekolah lebih tinggi, maka harus ke kota, karena di Desa Air Liki hanya ada sekolah sebatas SMP,” ujarnya lagi.

Begitu pun dunia kesehatan tambah Pulpi, sejauh ini siapun dokter, perawat maupun bidan yang ditempatkan di Desa Air Liki, tak banyak yang betah. Mereka hanya melaksanakan tugas utama saja hingga proses menjadi ASN terlengkapi.

” Tak heran jika ada warga disini yang sakit sakit, mereka harus dibawah dengan perahu ketek menuju Ngaol dan berlanjut ke Bangko, jarak tempuh perahu ketek 2 – 3 jam. Bayangkan jika akses jalan sudah ada, maka persoalan demi persoalan yang dihadapi warga air liki, akan sangat ter-obati,” imbuhnya. (redaksi)

ADVERTISEMENT


Komentar

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*