Gawat,,, Suplai Pupuk Bersubsidi Di Merangin Tidak Tepat Sasaran

Mirza Ketua LSM Sapurata : Saya Minta Aparat Terkait Bertindak Cepat Terkait Temuanya

Dibaca: 427 kali

SIDAKPOST.ID, MERANGIN – Kesulitan para petani di Bumi Tali Undang Tamabng Teliti, Merangin untuk mendapatkan pupuk subsidi, sedikit terjawab. Diduga pupuk berlogo ‘dibawah pengawasan pemerintah’ tersebut, kerap terjadi penyimpangan saat terjadi penyaluran pupuk ditingkat petani.

Dan baru – baru ini, dibawah genderang perang Mirza yang tak lain ketua umum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sapurata, mendapati laporan dari masyarakat, terkait keberadan tumpukan karung berisi pupuk bersubsidi jenis Phonska dengan jumlah banyak, dipekarangan salah seoarang warga diwilayah Desa Pulau Tujuh (B4), Pamenang Barat, Merangin.

Berbuah laporan tersebut Mirza mengaku, jika pihaknya coba mensambangi rumah cukup mewah tersebut, yang belakangan diketahui pemilik rumah tersebut bernama Suroto. Sayang lanjut Mirza, saat pihaknya tiba dikediaman Suroto, Selasa, (30/5), sekitar pukul 15.00 WIB, sang pemilik rumah sedang berada di Jambi.

“Saat kami tiba dirumah tersebut, sang pemilik rumah tidak berada ditempat, jadi kami hanya bertemu dengan istri Suroto saat itu,” Terang Mirza.

Dari pengakuan istri Suroto lanjut Mirza, sang istri tidak begitu tahu terkait dimana suaminya mendapatkan pupuk subsidi dalam jumlah banyak ini. Hanya saja sang istri mengatakan, jika jumlah pupuk yang ada ini, sebagian sudah dibawa kekebun untuk kebutuhan tanaman sawitnya.

”Ini sudah dikit pak, kalau kemarin jumlah pupuk subsidi ini, setinggi kepala orang dewasa pak, dengan lebar segitu itu,” Jelas Sang Istri, sembari memberikan nomor ponsel suaminya, agar LSM Sapurata bisa menghubungi suaminya saja, terkait keberadaan pupuk subsidi tersebut.

Dari pengakuan Suroto saat dihubungi via telp tambah Mirza, dirinya (Suroto,red) mengaku mendapatkan pupuk subsidi tersebut dari seseoarang bernama Riyanto, yang tak lain warga Dusun 4 (B4), Pamenang Barat.

“Saya beli pupuk tersebut dengan harga Rp 160 Ribu/ karung. Dan saya beli sebanyak 22 karung atau satu ton lebih dari Riyanto,”Jelasnya.

Apakah Riyanto pengecer resmi pupuk subsidi? Mensikapi pertanyaan tersebut, kepada Mirza lagi lagi Suroto mengaku sama sekali tidak tahu.

“Tanya aja langsung kepada Riyanto saya tidak tahu dia ( Riyanto,red) menadapatkan pupuk tersebut dari mana,” Jelasnya.

Sementara itu, informasi lain yang berhasil digali jejakjambi com dari beberapa warga setempat, diduga kuat jika Riyanto bukanlah pengecer resmi pupuk subsidi diwilayah setempat.
Meski bukan sebagai pengecer pupuk subsidi, namun warga sekitar mengenal sosok Riyanto sebagai penjual pupuk subsidi.

” Riyanto mana pak, disini cuma satu nama Riyanto. Warga disini mengenal Riyanto sebagai penjual pupuk subsidi,” Jelas sealah seorang warga setempat yang minta namanya tidak dicatut.

Lalu dari mana Riyanto mendapatkan pupuk subsidi tersebut jika dirinya bukanlah pengecer resmi pupuk Subsidi ? Teka – teki ini, yang masih menjadi tanda tanya besar sidakpost.id.Dugaanya ada pihak tertentu yang coba bermain dan menyuplai pupuk subsidi bukan pada tempatnya.

“Kondisi ini sangat merugikan petani yang benar – benar membutuhkan pupuk subsidi. Dan terkait temuan ini, saya harap aparat terkait termasuk aparat Polres Merangin dapat cepat mensikapi dugaan kebocoran suplai pupuk subsidi yang terjadi di salah satu titik wilayah Merangin ini,” Tegas Mirza, seraya mengatakan jika kasus dugaan penyimpangan pupuk bersubsidi ini, akan terus didalaminya, guna dibongkar, siapa aktor dibalik permainan kotor pupuk subsidi tersebut. (zek)

Sumber : Jejakjambi.com

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT




ADVERTISEMENT