Razia Pekat, Pasangan Bukan Suami Istri di Sarolangun Diamankan

SAROLANGUN – Guna memelihara ketentraman dan ketetiban umum, jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Sarolangun gencar melakukan operasi penyakit masyarakat (Pekat).

Hal tersebut senada dengan program keagamaan yang dicanangkan oleh Bupati Sarolangun, H. Cek Endra.

Pada Rabu (30/10/2019) sekitar pukul 08:30 WIB, Sat Pol PP Sarolangun menggelar operasi penyakit masyarakat dengan target kos-kosan dan juga kontrakan di wilayah Kota Sarolangun.

Operasi penyakit masyarakat tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Pol PP Sarolangun yang diwakili Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Faturrahman, turut hadir juga Lurah Aur Gading Zainal Muttakin.

Kasat Pol PP Sarolangun, Riduan saat dikonfirmasi membenarkan bahwa telah dilakukan operasi penyakit masyarakat dengan 2 titik operasi, yang di antaranya ialah wilayah simpang raya dan juga di wilayah MAN Sarolangun.

Baca Juga :  Kapolres Sarolangun Sambut Bintara Remaja 

Pada operasi penyakit masyarakat kali ini, Satuan Pol-PP Sarolangun berhasil menemukan seorang wanita tanpa identitas dan juga sepasang kekasih yang sedang berduaan dalam kos yang berada di dekat MAN Sarolangun.

Akhirnya, wanita dan kedua pasangan tersebut digelandang ke kantor Pol-PP untuk dimintai keterangan.

“Tadi, tim kita berhasil mengamankan seorang wanita tanpa identitas dan pasangan bukan suami istri yang sedang berada di dalam kos di dekat MAN Sarolangun,” ungkap Riduan.

“Pasangan yang diamankan yaitu, (AS) laki-laki warga Desa Bernai Kecamatan Sarolangun dan (ES) perempuan warga Rantau Alai Mensao Kecamatan Limun,” tambahnya.

Baca Juga :  Sedang Ngamar di Hotel Polisi Datang, Lima Pasangan Bukan Suami Istri Diamankan

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pasangan tersebut akan disanksi dengan hukum adat dan pembinaan dengan membuat perjanjian untuk tidak mengulanginya lagi.

“Kami lakukan pembinaan kepada pasangan tersebut, memanggil kedua orang tuanya serta membuat surat perjanjian untuk tidak mengulanginya lagi. Selain itu, mereka berdua ini juga akan dikenakan sanksi adat,” jelas Riduan.

Daalam operasi penyakit masyarakat yang dilakukan pagi tadi, pihak Pol PP juga mengamankan bong yang terbuat dari botol plastik dengan pipet yang diduga sebagai alat hisap sabu.

Akan tetapi, pasangan ini tidak mengakui kalau barang yang ditemukan tersebut merupakan milik mereka.

Baca Juga :  Berbaur Bersama Warga, Maidani Goro Bangun Masjid di Tanah Periuk

“Dalam operasi tadi kami juga menemukan alat yang diduga digunakan untuk menghisap sabu, tetapi mereka tidak mengakui kalau itu milik mereka. Saat ini sudah ditangani pihak kepolisian untuk proses lebih lanjut,” tandas Kasat Pol PP. (Rd)