Polisi Ingatkan Warga, Jangan Terpengaruh Berita Hoax Di Medsos

Dibaca: 170 kali

SIDAKPOST.ID, TEBO – Masyarakat diminta harus waspada dan lebih jeli mengkonsumsi berita yang beredar di media sosial (Medsos). Seperti facebook dan sejenisnya.

Harus lebih jeli, mana berita yang faktual dan konstruktif serta mana berita bohong atau hoax yang disebarkan melalui individu maupun kelompok, yang berisikan pesan propaganda yang dapat memecah belah persatuan kesatuan bangsa.

Bhabinkamtibmas Bripka Dadan Juanda, pada saat menghadiri pengajian badan Kontak majelis taklim (BKMT) di Masjid Jami Baitul Makmur Desa Giriwinangun Kecamatan Rimbo Ilir Kabupaten Tebo, Senin (30/4/2018).

Hadir di acara tersebut Camat Rimbo Ilir Risto Subagio, Plt Kades Giriwinangun Supriyati S, Mubalihg Ustaz KH Basri Harun, Mahasiswa STIT Muara Tebo, Ketua BPD Suryadi, Ketua BKMT Rimbo Ilir, Imam Masjid H Suroto, Penasehat BKMT H.Munawar, Kadus, Ketua RT, Toga, Tomas, Todat, Jemaah BKMT dan lainnya.

Kapolsek Rimbo Ilir Iptu Panji Lazuardi, melalui Bhabinkamtibmas Bripka Dadan Juanda menegaskan, masyarakat harus jeli dan tidak terprovokasi saat menerima informasi maupun berita yang beredar di medsos melalui pesan atau poto maupun Video yang berisikan ujaran kebencian mendiskreditkan suatu kelompok, agama ras dan lainnya dengan tujuan merusak persatuan kesatuan bangsa Indonesia.

“Kita ingatkan kepada masyarakat, jangan cepat menerima dan menelan mentah – mentah adanya berita hoax yang menyesatkan dan tidak jelas sumbernya serta terus marak di sebarkan oleh oknum tidak bertanggung jawab di medsos, ” jelas Bripka Dadan.

Kepada masyarakat khusus para ibu – ibu, kata Bripka Dadan, sebagai orang tua ibu – ibulah yang dekat dengan anaknya. Oleh karenanya arahkan anaknya menggunakan medsos kepada hal positif dan bermanfaat.

Jangan cepat percaya kepada postingan yang ada di medsos dan harus di cek dari mana produk postingan tersebut dan tanyakan kepada orang yang lebih mengetahui tentang sumber pemberitaan. Dengan demikian, akan diketahui mana berita yang benar dan mana berita bohong atau hoax.

“Pada intinya berita yang isinya ujaran kebencian, hujatan, provokasi sara, dengan tujuan memecah belah NKRI itu adalah berita hoax. Mari kita saling menghormati antar umat beragama, perkokoh persatuan dan kesatuan dan ciptakan kedamaian serta lingkungan yang kondusif,”pungkasnya. (asa)

ADVERTISEMENT


Komentar

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*