Bupati Bungo Launching Program Pendataan Keluarga 2021

Dibaca: 111 kali

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Bupati Bungo H Mashuri didampingi Wakil Bupati H Safrudin Dwi Aprianto turut menghadiri acara Launching Pendataan Keluarga 2021, di taman rumah dinas Bupati Bungo, Selasa (30/3/2021).

Kegiatan Kick Off yang dihadiri Unsur Forkompinda dilingkup Pemerintah Kabupaten Bungo, Sekda Bungo, Ketua TP-PKK Bungo, Ketua GOW Bungo, Ketua DWP Kabupaten Bungo, Para Kepala OPD.

Sebagai penanda telah dimulainya kegiatan dalam rangka mensukseskan program nasional pendataan keluarga 2021 (PK21), Dinas Sosial P2KB P3A Kabupaten Bungo.

Diawali sambutan Kepala Dinas P2KB P3A Kabupaten Bungo, Drs. Yos Army mengatakan kegiatan yang dilaksanakan rutin dalam lima tahun sekali ini untuk mendata seluruh keluarga di Indonesia. yang dilakukan secara serentak di mulai pada 1 April 2021.

“Tujuan pelaksanaan kegiatan PK21 ini untuk pengumpulan data primer, dengan 3 (tiga) rumpun pendataan. Yaitu Pendataan terkait Kependudukan pendataan, Keluarga Berencana, dan Pendataan terkait Pembangunan Keluarga,” kata Yos Army.

Dalam pelaksanaannya, dengan kunjungan rumah ke rumah, yang akan dilakukan pada tanggal 1 April sampai 31 Mei 2021, pendataan ini akan dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia,

“Untuk itu, kami menghimbau dan mengajak seluruh komponen masyarakat, untuk dapat memberikan data secara akurat dan benar, serta memastikan semua anggota terdata, sehingga data yang kita sampaikan benar-benar valid,” imbuhnya.

Sementara Bupati Bungo H Mashuri dalam kesempatannya berharap dengan pendataan yang dilaksanakan serentak, nantinya akan didapat data yang akurat, terpercaya, dan bisa digunakan dalam perencanaan pembangunan kedepan.

“Untuk mendukung program pendataan keluarga ini, kami selaku bupati bungo menghimbau dan mengajak kepada seluruh stakeholder, mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan dan dusun, bahkan tingkat RT, RW,”kata Mashuri.

Mari sama-sama menginformasikan dan mensosialisasikan sekaligus kegiatan pendataan ini. Dan memastikan supaya pendataan nanti tidak terlewatkan satu keluarga pun.

“Dengan cara seperti itu, data diperoleh benar-benar valid dan berkualitas dan akurat sesuai kondisi di lapangan,”tutup Mashuri. (adv/jul)

ADVERTISEMENT