Anggota DPRD Tebo dan Disperindagnaker Gelar Operasi Pasar

Dibaca: 481 kali

SIDAKPOST.ID, TEBO – Tim gabungan Pemkab Tebo Dinas Perindustrian Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disperindagnaker) Tebo, anggota DPRD Tebo, Forkopimcam Rimbo Bujang dan Ketua Pasar menggelar Operasi Pasar Jelang Ramadhan 1441 H. Bertempat di pasar tradisional Sarinah, Kelurahan Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo, Senin (30/03).

Tim gabungan Pemkab Tebo yang dipimpin Kabid Perdagangan Disperindagnaker Edi Sopyan, Anggota DPRD Tebo Fraksi PKB Komisi I Imam Syafi’i dan Fraksi Gerindra Komisi III Khairul, Camat Richi Saputra, Danramil Kapten Inf Wakhid Nurokhim, BKTM Aipda Syamsul M dan Brigpol Roy.S Polsek Rimbo Bujang dan Ketua Pasar Sarinah Hadi Sutrisno.

Tim menelusuri para pedagang , grosir maupun Apotik yang ada diseputaran Pasar Sarinah untuk memonitor harga pasaran sembilan bahan pokok (Sembako), Sayur mayur, ikan, daging dan obat- obatan di Apotik jelang masuknya Bulan Puasa atau Bulan Ramadhan 1441 H.

Kabid Perdagangan Disperindagnaker Tebo Edi Sopyan dikonfirmasi menyebutkan, membenarkan Tim Pemkab Tebo dan Forkopimcam Rimbo Bujang menggelar, operasi pasar di pasar tradisional Sarinah Wirotho Agung.

” Harga Sembako stabil aman terkendali dan hanya saja didapati Gula Pasir naik sebelumnya Rp 12 ribu kini menjadi Rp 16 ribu, untuk harga obat – obatan di Apotik stabil namun untuk masker terjadi kelangkaan, “kata Kabid Perdagangan Edi Sopyan.

Anggota DPRD Tebo Fraksi PKB Komisi I Imam Syafi’i mengatakan, tujuan digelarnya Operasi Pasar untuk mengetahui harga bahan kebutuhan masyarakat di pasaran terutama
dipusat Pasar tradisional.

“Kita berharap dengan langkanya masker, pihak apotik jangan menimbun masker dan bila kedapatan akan berurusan dengan Polisi. Diharapkan naiknya harga Gula Pasir sebelum masuknya bulan puasa bisa turun dan stabil harganya,”kata Anggota DPRD Tebo Imam Syafi’i.

Camat Rimbo Bujang Richi Saputra menuturkan, terkait isu Pasar Sarinah Wirotho Agung ditutup karena Virus Corona itu tidak benar alias hoax.

” Isu yang dihembuskan oleh orang tak bertanggung jawab bahwa Pasar Sarinah ditutup karena Covid-19 adalah hoax, yang pasti aktivitas Pasar Sarinah masih eksis sebagai pusat perbelanjaan masyarakat,” tandas Camat Richi Saputra. (asa)

ADVERTISEMENT