Jelang Akhir Tahun 2020, PAD Bungo Baru Capai 88,11 Persen

Dibaca: 168 kali

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Pencapaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bungo, Hingga Per tanggal 23 Desember tahun 2020 baru mencapai 88.11 persen.

Meski begitu, Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kabupaten Bungo terus berupaya memaksimalkan pendapatan daerah yang masih belum tercapai menjelang akhir tahun 2020.

” Ada beberapa jenis sektor yang belum mencapai angka 100 persen, namun kami akan upayakan dalam waktu yang tersisa ini, mudah-mudahan target yang telah ditetapkan ini terealisasi, setidak nya mendekati 100 persen,” ujar H. Bambang Rodianto, Kepala BP2RD Bungo (28/12) kemarin.

Disebutkan Bambang, sebelumnya menetapkan target PAD tahun 2020 ini sebesar Rp134,265 milyar lebih dan sampai dengan tanggal 23 desember 2020 terealisasi Rp118,305 milyar lebih atau baru mencapai 88.11 persen.

“PAD ini terdiri dari Pajak daerah yang sebelumnya ditargetkan sebesar Rp34,458 milyar lebih dan terealisasi sampai dengan 23 desember 2020 Rp34,503 milyar lebih atau di presentase 100.13 persen,” lanjutnya.

Menurutnya, ada beberapa jenis Pajak daerah yang dikelola Badan P2RD ini telah melampaui target yang ditetapkan. Pertama Pajak restoran ini yang ditargetkan Rp1,900 Milyar, realisasinya Rp2,130 Milyar lebih atau 112.15 persen.

“Pajak reklame yang kita targetkan Rp 1,028 milyar, terealisasi Rp 1,398 milyar lebih atau 136.05 persen. Kemudian pajak penerangan jalan, ditargetkan Rp21 milyar, terealisasi Rp 21,023 milyar lebih atau 100.11 persen. Pajak mineral bukan logam dan batuan atau yang dulu dikenal galian C, target Rp 1,655 milyar, terealisasi Rp 1,706 milyar lebih atau 103.11 persen. Dan Pajak PBB perdesaan dan perkotaan, Rp 3,200 milyar, realisasi Rp 3,500 milyar lebih atau 109.39 persen, ” terangnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Retribusi daerah yang dikelola oleh OPD tekhnis, sebelum nya ditargetkan Rp 4,558 milyar lebih, hingga saat ini baru mencapai Rp 2,941 milyar lebih, atau 64.53 persen.

“Memang kita menyadari dampak covid-19 ini cukup berimbas pada tempat-tempat wajib Pajak yang tidak beroperasi, namun disamping itu juga kita sudah berkoordinasi dengan OPD tekhnis yang langsung mengelola Retribusi ini di upayakan semaksimal mungkin,” ungkapnya.

Selain itu, jika dilihat dari pencapaian sejumlah Retribusi ini, ada beberapa sektor yang masih merosot, salah satu diantaranya Retribusi pengendalian menara telekomunikasi, ditargetkan sebesar Rp 303,412 juta lebih dan realisasi hingga per tanggal 23 Desember Rp 148,149 juta lebih atau di presentasekan baru 48.83 persen.

“Ini memang kita sudah upayakan bersama Dinas kominfo dan persandian Bungo dan kita sudah pernah melakukan pertemuan bersama melalui asosiasi nya pada dasar nya mereka tidak keberatan untuk membayar. Namun karena kondisi Covid-19 yang merebak hingga saat ini, kemungkinan menjadi penyebabnya,” umbuhnya. (jul)

ADVERTISEMENT