Biaya Sendiri, PMI Tebo Kirim 4 Sukarelawan Ke Lampung

Dibaca: 1.304 kali

SIDAKPOST.ID,TEBO – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tebo mengutus 4 orang Sukarelawan terlatih untuk menuju lokasi terdampak bencana Tsunami di Provinsi Lampung, Relawan yaitu Marsudi,Am.Kep, Rahmat Mulyadi, Yudo Agus Laswanto, dan Khoirul Utman.

Sukarelawan PMI Kabupaten Tebo berangkat dari Muara Tebo pada Hari Rabu, 26 Desember 2018 Pukul 03.00 WIB dini hari selanjutnya menuju markas PMI Provinsi Jambi untuk bergabung dengan 8 Sukarelawan dari PMI Provinsi Jambi. PMI Kota Jambi dan PMI Tanjabar. Dari Markas PMI Provinsi Jambi berangkat sekitar Pukul 11.00 WIB setelah melewati serangkaian tes kesehatan dan psikologi.

“Semangat Sukarelawan PMI Tebo luar biasa, bahkan rela menggunakan dana pribadi, kami berpedoman bahwa Allah SWT yang akan menjaga kita karena misi kemanusiaan itu sangat mulia,” terang Slamet Setya Budi Sekretaris PMI Tebo, Sabtu (29/12/2018)

Dikatakannya, Pada tanggal 27 Desember 2018 Pukul 15.00 WIB Sukarelawan PMI Kabupaten Tebo yang tergabung dalam Sukarelawan PMI Provinsi Jambi sampai di Markas PMI Provinsi Lampung.

Untuk melakukan koordinasi dan istirahat sebelum terjun dilokasi bencana. Pada tanggal 28 Desember 2018 Sukarelawan PMI Kabupaten Tebo menuju lokasi terdampak bencana.

“Saya mendapatkan laporan singkat termasuk video durasi pendek banyak bangunan yang rusak. Tim sukarelawan mengevakuasi dan pembersihan lokasi bencana, serta masyarakat mengungsi ke dataran tinggi dan memerlukan dukungan Psikososial. PMI Tebo di lokasi bencana melakukan distribusi bantuan logistik, berkoordinasi dengan Tim Sar, dan Pelayanan Kesehatan, ” ungkap Slamet.

Imbuh Slamet, Informasi dari BMKG, hingga saat ini masih terus terjadi erupsi dari Gunung Anak Krakatau, dengan status Siaga atau level 3. BMKG telah menetapakan, sepanjang 5 kilometer dari puncak kawah dinyatakan sebagai zona berbahaya, sehingga tidak boleh ada aktivitas manusia.

“Pemerintah menetapkan masa Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari untuk Banten, terhitung 27 Desember 2018 hingga 9 Januari 2019. Sedangkan masa Tanggap Darurat Bencana di Lampung di tetapkan selama 7 hari, terhitung 23 Desember hingga 29 Desember dan dapat diperpanjang,”pungkasnya. (asa)

ADVERTISEMENT








Komentar

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*