Nah.! Warga Bungo Kembali Temukan Produk Oreo Kedaluarsa

Dibaca: 477 kali
Inilah Produk Oreo Kedaluarsa Yang Ditemukan Warga di Mentari Swalayan.

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Produk kedaluarsa kembali ditemukan oleh warga Bungo, di Mentari Swalayan, yang terletak di pusat Kota Muara Bungo, Selasa (28/11/2017).

Sebelumnya warga Bungo pernah menjadi korban komix saset kedaluarsa. Kali ini S, salah satu warga Kecamatan Bungo Dani Kabupaten Bungo nyaris jadi korban produk makanan ringan jenis Oreo.

Dikatakan S, tepat hari selasa (28/11) kemarin dia membeli makanan ringan jenis Oreo di Mentari Swalayan yang ada di pusat Kota Muara Bungo. Karena isterinya pesan agar dia membelikan, Oreo rasa coklat dan rasa cream.

“Kemarin saya beli dua produk Oreo rasa coklat dan rasa cream. Beruntung setiba dirumah mau dimakan, kaget karena Oreo yang rasa cream ternyata sudah kedaluarsa tertanggal (11/11/2017),” ungkap S.

Menurutnya, sebenarnya sistem pengecekan
barang yang masuk ke Mentari Swalayan seperti apa. Kalaulah sistemnya tidak teliti maka, kedepan akan banyak warga bungo yang mengkonsumsi produk kedakuarsa.

“Kami heran saja, kok sekelas Mentari yang sudah besar di Bungo bisa kecolongan hal yang seperti ini. Apakqh dia lupa bahwa menjaul hal yang seperti itu bisa dipidanakan,” ujarnya lagi.

Kami berharap lanjut dia, agar pihak istansi terkait harus turun langsung melakukan penindakan tegas terhadap pemilik toko Swalayan yang sengaja menjual barang tersebut.

” Sepertinya tak ada efek jera,  kemarin kami dengar warga Bungo City yang jadi korban produk kadaluwarsa, sekarang saya dan istri yang hampir jadi korban,  jadi tampaknya masalah seperti ini tak pernah selesai,  saya harap harus ada tindakan tegas dari pihak terkait, ” tutupnya.

Terpisah, H. Zulfikar Achmad Anggota DPR-RI meradang ketika mendengar info ini,  lagi-lagi selaku orang yang paling getol menyuarakan bahayanya obat dan makanan kedaluarsa, ia sangat kesal,  apalagi kejadian ini dikampung halamnya.

“Saya akan telfon nanti Ujang Supriyatna kepala BPOM Jambi untuk segera turun,  ini sudah kejadian kedua dalam beberapa bulan terakhir, kali ini harus ada sanksi tegas, “tegas Zulfikar.

Sementara Asui, pemilik Swalayan di konfirmasi terkait ini mengatakan, itu hanya kekhilapan dari pihaknya dan secara global ia mengatakan sudah melakukan sistem Vivo untuk barang-barang di Swalayannya.

“Kita sudah terapkan sistem Vivo,  mana yang dulu masuk itu yang dulu dijual, dan kami akui ini kelemahan kami, ” tukasnya. (zek)

ADVERTISEMENT





ADVERTISEMENT