DP3AKB Belum Terima Laporan kasus Kekerasan Anak Akibat Pandemi

Dibaca: 117 kali
H.Ahmat Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Lombok Timur/Foto : sidakpost.id (Ragil)

SIDAKPOS.ID,LOMBOK TIMUR – Pandemi Covid-19 di Lombok Timur tak hanya berdampak pada kesehatan. Hal lain juga ikut terkena imbasnya, seperti halnya yang dialami anak-anak usia sekolah.

Selain tak bisa mengenyam pendidikan di bangku sekolah dan hanya bisa dilakukan secara daring, anak-anak juga disebut rentan mengalami kekerasan saat berada di rumah.

Dari data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Keluarga Berencana (DP3AKB) Lotim per 30 juli 2021, sekitar 65 kasus kekerasan terhadap anak yang disebabkan beberapa faktor, Sementara kekerasan terhadap perempuan terdata sebanyak 79 kasus baik yang menjadi TKI maupun KDRT.

Kendati demikian Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Keluarga Berencana (DP3AKB) Lotim mengklaim belum menerima laporan kasus kekerasan anak akibat pandemi COVID-19.

“Kami optimis tidak ada penambahan kasus kekerasan terhadap anak, hal ini karena berbagai upaya yang kami lakukan seperti sosialisasi sampai tingkat bawah,”kata H Ahmat kepada Sidakpost.id, Jum,at (29/10/2021) diselong.

Ahmat menambahkan, penurunan kasus kepada anak tidak lepas dari beberapa produk hukum yang telah dikeluarkan bersama beberapa OPD dan NGO yang ada di Lombok Timur.

“Tren angka penurunan kasus kekerasan anak tidak terlepas dari dikeluarkannya Peraturan Bupati tentang pernikahan dini,”tambahnya.

Lebih jauh Ahmat menjelaskan, meskipun masalah yang dihadapi sangat komplek oleh masyarakat, dirinya berharap kekerasan terhadap anak bisa diminimalisir.”Semoga tidak ada kasus kekerasan terhadap anak,”tutupnya. (gil)

ADVERTISEMENT