Bupati Mashuri Pimpin Rakor Pengendalian Inflasi di Kabupaten Bungo

Bupati Mashuri Pimpin Rakor Pengendalian Inflasi, Selasa (29/10/2022). Foto : sidakpost.id/juliansyah

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Bupati Bungo H Mashuri pimpin rapat koordinasi terkait pengendalian inflasi di Kabupaten Bungo, bertempat di Ruang utama kantor Bupati Bungo, Selasa (29/09/2022).

Turut hadir,unsur forkopimda Kabupaten Bungo, para kepala OPD, para camat dan undangan lainnya.

“Dari Agustus sampai Agustus 2022 angka inflasi di Kabupaten Bungo menarik menjadi7,2%, inilah yang menjadi angka inflasi terbesar di Indonesia, yang di sampaikan oleh Bapak presiden RI beberapa waktu yang lalu,”Ujar Bupati Mashuri.

Menurutnya, posisi inflasi tertinggi se Indonesia yakni Provinsi Jambi, yang mana Kabupaten Bungo menyumbang 7,2 persen kemudian kota Jambi menyumbang inflasi nomor 2 sebesar 7,7 persen,

“ Inilah inflasi tahunan kita, kita menjadi inflasi penyebab terbesar di Republik Indonesia ini, dan di provinsi Jambi paling tinggi. kemudian inflasi berjalan dari Desember sampai Agustus sebesar 5,69 persen. ini juga tertinggi,”tambahnya.

Bupati menjelaskan, fakta pembentuk inflasi yang mempengaruhi tingkat inflasi di Kabupaten Bungo ini mulai dari sektor makanan, pakaian, Perumahan, kemudian perlengkapan dan lain sebagainya, namun penyumbang yang terbesar itu ialah cabe.

“ Bungo menyumbang inflasi terbesar ialah Cabai, sudah beberapa yang telah kita lakukan untuk meminimalisir inflasi. Kita sudah lakukan mulai dari pemanggilan para distributor penandatanganan komitmen oleh distributor kemudian kita melaksanakan operasi pasar,” jelas Bupati.

Tentu beberapa bulan ke depan harus terjadi deflasi penurunan harga barang-barang, tapi itu tidak mungkin terjadi, karena kenaikan harga barang-barang hari ini tentu merupakan akibat dari kenaikan bahan bakar minyak (BBM).

“ Kita berharap di bulan-bulan berikutnya itu terjadi grafiknya keseimbangan yang baru, kalau kejadian keseimbangan yang baru di situ kita tidak jadi persoalan yang jadi persoalan dari grafik-grafik naik turun kita yang menjadi persoalan,” tukasnya. (Jul)