Forum Bhayangkara Indonesia : Bupati Harus Tegas Menyikapi Covid-19

Dibaca: 292 kali

SIDAKPOST.ID, BEKASI – Pasien positif Corona kemungkinan masih akan terus bertambah. Pemerintah Kabupaten Bekasi terus bekerja keras untuk menangani dan mencegah penyebaran wabah virus Corona (Covid-19).

Lain halnya dengan Forum Bhayangkara Indonesia (FBI) Cabang Kabupaten Bekasi. Terus mengawasi terkait alat kesehatan yang banyak terjadi penimbunan oleh oknum-oknum tertentu.

Seperti yang dikatakan Kepala Bidang Investigasi FBI, Enggar Lukmanul Hakim, pencegahan Covid-19 yang dilakukan pemerintah baik daerah dan pusat melalui middle lockdown jadi ajang mengeruk pundi-pundi rupiah.

“Para spekulan alkes yang menimbun barang dan menjual barangnya dengan harga yang fantastis sampai mengalami kenaikan 20 kali lipat dari harga normal,” katanya, Minggu (28/03/2020), Press release Forum Bhayangkara Indonesia.

Ini kata dia, menjadi kontradiksi di saat musibah, banyak masyarakat dan para donatur termasuk instansi dan lembaga publik yang berorientasi untuk sosial kemanusiaan menyumbangkan uang untuk membantu para petugas medis, relawan dan membagi-bagi kannya alkes langsung ke masyarakat secara cuma-cuma. Namun saat itu pula kelangkaan barang dan harga yang tidak terjangkau.

“Dari pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Bekasi, jumlah yang positif terjangkit virus Corona dari 14 menjadi 18 orang. Salah satunya adalah seorang pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan RI,” katanya.

Forum Bhayangkara Indonesia (FBI) Cabang Kabupaten Bekasi, juga meminta agar Bupati Bekasi H. Eka Supria Atmaja untuk tegas dalam menyikapi ini penyebaran Covid-19 dan harus mengambil langkah-langkah yang strategis.

Dikatakan, data terbaru, Sabtu (28/03/2020), di Kabupaten Bekasi ODP, PDP dan Positif terus bertambah, dan angka korban meninggal sudah mencapai 4 orang. Pemerintah harus mengambil langkah cepat peningkatan status Lockdown.

“Selain status Lockdown yang juga harus di sertai dengan solusi mengenai kompensasi diberikan kepada pekerja harian atau warga yang tidak mampu,” tutupnya. (sg)

ADVERTISEMENT