HUT Ke 40 Desa Purwo Harjo Rimbo Bujang, Gelar Wayang Kulit Semalaman

Dibaca: 493 kali

SIDAKPOST.ID, TEBO – Dalam rangka hari jadi Desa Purwo Harjo yang ke 40 pihak Desa setempat mengadakan Nonton Bareng (Nobar) wayang kulit semalam suntuk.

Hadir dalam acara tersebut semua unsur Forkopimcam, Kecamatan Rimbo Bujang diantaranya, Camat Sukiman, MM, Danramil 07 Kapten Caj Sugianto,Kapolsek diwakili oleh Kanit Binmas Aiptu Ngadiman, Kades dan perangkat serta Ketua Lembaga Adat Kecamatan, Sriyono.

Pagelaran wayang Kulit semalam suntuk bersama Kidalang Sukri dengan Lakon Semar Bangun Kayangan berlangsung meriah.

Sebelum acara dimulai, Kapolsek Rimbo Bujang AKP Sarehat,SH, melalui Kanit Binmas Aiptu Ngadiman menyampaikan pesan dan himbauan kepada seluruh masyarakat yang hadir, bahwa pentingnya menjaga Kamtibmas.

“Lewat acara ini, saya ajak kepada seluruh unsur yang ada, mari kita bersama-sama menjaga kemanan dan ketertiban. Sehingga tercipta kamtibmas ditengah masyarakat,”Kata Aiptu Ngadiman.

Bahkan kata dia, mari sikapi dengan baik dan cermat terhadap setiap pemberitaan yang berkembang di tengah masyarakat maupun di media sosial. Kalau ada isu yang tidak bertanggung jawab diharapkan masyarakat tetap tenang dan jangan gelisah.

“Namun demikian, kita perlu waspada karena tidak menutup kemungkinan isu bohong akan dimanfaatkan oleh orang yang punya kepentingan. Selamat Hari Jadi ke 40 Desa Purwoharjo, semoga menjadi Desa Subur Makmur Loh Jenawi Kerta Raharja,”Pungkas Aiptu Ngadiman, Rabu (29/3).

Cuplikan Dalam lakon atau Ceritera Semar Mbangun Kahyangan, Simbolik menggambarkan dengan tiga pusaka yakni Jamus Kalimasada.

Tumbak Kalawelang dan Payung Tunggulnaga, Semar menghendaki meminjam ketiga pusaka itu untuk membangun Kahyangan.

Kalimasada adalah “Dua Kalimat Syahadat” yang merupakan kunci ke-lslaman seseorang. Sedangkan Tumbak Kalawelang, adalah simbol dari ketajaman budi.

Tumbak bentuknya menyerupai anak panah, namun lebih besar. Panah berasal dari kata “Manah” bahasa kawi artinya budi pekerti, pikiran, rasa dan jiwa.

Dapat disimpulkan, untuk membangun suatu desa yang makmur aman damai dibutuhkan semangat gotong royong dan kerukunan antar sesama. (asa)

ADVERTISEMENT





ADVERTISEMENT