Angka Kemiskinan Lombok Timur Naik 0,14 Persen

Dibaca: 160 kali
Tampak Sekumpulan Pencari Kerja Di Lombok Timur/Foto : sidakpost.id

SIDAKPOST.ID, LOMBOK TIMUR – Angka kemiskinan di Kabupaten Lombok Timur naik 0,14 persen. Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik , angka kemiskinan pada 2020 di Lombok Timur sebesar 15,24 persen naik menjadi 15,38 persen pada 2021ini.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Lombok Timur Lalu Putradi mengatakan, peningkatan angka kemiskinan di Lotim berbarengan dengan kenaikan penduduk miskin secara Nasional. Untuk kenaikan angka kemiskinan di Lombok Timur lebih rendah dari provinsi dan Nasional.

Dimana kemiskinan di Lombok Timur sebesar 0,14 persen, masih berada di bawah Provinsi NTB yang kenaikan angka kemiskinan sebesar 0,17 persen dan Nasional angka kemiskinan naik sebesar 0,30 persen.

“Lombok Timur menjadi Daerah nomor tiga terendah se- Kabupaten dan Kota di Nusa Tenggara Barat (NTB), setelah Lombok Tengah, KLU baru Lombok Timur,” terang Lalu Putradi Selasa (28/12/21).

Lanjut Putradi, adapun faktor yang mendominasi, terhadap kenaikan angka kemiskinan di Lotim dipengaruhi oleh 4 faktor. Pertama meningkatnya kasus Covid-19 yang berefek pada terjadinya pembatasan sosial masyarakat.

Kedua, terjadinya inflasi pada Maret 2021. Ketiga, upah buruh pada 2021 menurun. Terakhir, banyak masyarakat yang belum menerima bantuan sosial.

“Pembatasan kegiatan masyarakat sendiri sangat berpengaruh terhadap penambahan angka kemiskinan,” ujarnya.

Dikatakan, berdasarkan hasil survei yang dilakukan pada Maret 2021 kasus Covid-19 meningkat, sehingga hal ini menjadi faktor utama naiknya angka kemiskinan, yang berdampak pada berkurangnya kemampuan masyarakat untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Ditambah lagi dengan diberlakukan pembatasan sosial yang lebih ketat pada 2021.

“Jadi kondisi maret 2021 itu, lebih parah dari 2020. Sehingga 2021 itu banyak terjadi pembatasan sosial yang inten di lapangan, akibatnya perekonomian tidak 100 persen beroperasi, tenaga kerja banyak yang di PHK, perusahaan banyak yang tutup,” ujarnya.

Mengenai penyebab kedua, dijelaskan dia bahwa, Inflasi bulan Maret 2021 lebih tinggi dari inflasi bulan Maret 2020. Kalau 2021 inflasi-nya 1,58 persen sedangkan 2020 1,33 persen.

“Dengan lebih tingginya inflasi pada Maret 2021 menyebabkan daya beli masyarakat relatif menurun pada Maret 2021 dibandingkan Maret 2020,”katanya.

Kemudian terkait dengan upah buruh, kondisi 2021 dibandingkan dengan upah buruh 2020 turun sebesar 8,77 persen. Diterangkan dia hal itu menjadi salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya kenaikan penduduk miskin.

Faktor terakhir dijelaskan dia bahwa dari beberapa bantuan sosial yang diberikan oleh pemerintah pusat maupun daerah belum 100 persen memenuhi target.

“Karena masih ada kelompok-kelompok yang belum mendapatkan bantuan dan untuk persentase kenaikan angka kemiskinan sekitar 7000 orang. Angka tersebut naik dari 183.000 orang pada 2020 menjadi 190.000 orang miskin pada 2021,”pungkasnya. (gil)

ADVERTISEMENT