BKKBN Jambi Bersama PemKab Sarolangun Bersinergi Turuni Angka Stunting

Sinergi BKKBN Jambi Bersama Pemkab Sarolangun Bahas Masalah Penurunan Stunting. Senin (28/11) Foto : sidakpost.id/Ratna. Biro Jambi

SIDAKPOST.ID, JAMBI –  Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jambi bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sarolangun menyelenggarakan diskusi Panel dan Manajemen Audit Kasus Stunting Tahap, bertempat di Aula Bapeda Sarolangun, Senin (28/11/2022).

Kegiatan ini dibuka oleh Sekda Sarolangun sekaligus selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Sarolangun Ir. Endang abdul Naser.

Stunting merupakan permasalahan serius bukan hanya pada masa depan anak itu sendiri, namun akan berdampak juga pada keluarga serta bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kelangsungan pembangunan bangsa dan negara dimasa yang akan datang.

Sekda Ir. Endang abdul Naser, berdasarkan peraturan BKKBN Nomor 12 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angkatan Indonesia , bahwa salah satu kegiatan prioritas rencana aksi percepatan penurunan stunting yaitu adalah pelaksanaan audit kasus stunting.

“Jadi aksi nasional audit kasus stunting ini untuk menyelesaikan masalah yang menyangkut dengan permasalahan sistem pelayanan kesehatan, manajemen pendampingan keluarga maupun yang berhubungan dengan medical problem terkait kasus stunting,” ucapnya.

Lanjutnya, Pemerintah Daerah Sarolangun, siap menindaklanjuti semua hal yg menjadi kesepakatan dalam RTL yang di rekomendasikan oleh Tim Teknis dan Tim Pakar. Untuk sumber pembiayaan berasal dari anggaran pemerintah daerah dan juga akan meminta dukungan dana CSR dari beberapa perusahaan yg beroperasi di wilayah Sarolangun.

Naser juga berpesan agar seluruh OPD khususnya yg tergabung dalam struktur TPPS “agar bersinergi dan dapat saling bekerjasama dalam melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan percepatan penurunan Stunting di tempat yang sama”, tambahnya.

Kepala Perwakilan BKKBN jambi mengatakan pelaksanaan Audit Kasus Stunting seharusnya menjadi perhatian bagi pemerintah daerah dan seluruh stake holder terkait.

“Pertemuan ini bukan menjadi ajang kegiatan seremonial, tapi Audit Kasus Stunting ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko dan penyebab terjadinya kasus stunting untuk kemudian diberikan rekomendasi perbaikan penanganan kasus, sebagai upaya pencegahan agar kasus serupa tidak terjadi lagi,” ujarnya.

Dalam sambutannya disampaikan juga untuk mendapatkan Output Kasus Audit yang baik dan berkualitas, dibutuhkan perencanaan dan pengaturan yang Sistematis dalam seluruh tahap kegiatan.

“Agar semua Tahapan Audit Kasus Stunting dapat berjalan sebagaimana mestinya , diperlukan Sinergitas lintas Sektor dan seluruh Stakeholder terkait lainnya. Penurunan Angka Stunting di Kabupaten Sarolangun dari 21,4 %di Tahun 2021 menjadi 11 % di tahun 2024 tidak bisa dilakukan secara Individu atau oleh Instansi/Lembaga tertentu saja namun perlu dilakukan secara Konvergen dengan melibatkan berbagai Pihak yang berkompeten serta memiliki pemahaman yang sama akan tugas yang melekat pada Instansi, Lembaga, Profesi, atau Organisasi Masing-masing,” pungkasnya.

Turut hadir pada kegiatan ini, Kepala BKKBN Provinsi Jambi Dr.munawar Ibrahim SKP MPH. Kepala Dinas PP dan KB Sarolangun, Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Sarolangun. TPPS Kabupaten, Camat, PLKB, kepala puskesmas, Tim Pendamping Keluarga dan undangan lainnya. Dengan narasumber tim ahli dr. Roni Jaya putra S.p.OG dari Rumah sakit Hatip Azwen Sarolangun. (rsa)