Daging Sapi Rp 160 Ribu Per Kilo, H – 3 Lebaran di Pasar Sarinah Rimbo Bujang

Dibaca: 246 kali
Tampak (tengah) Pengurus Pasar dan Petugas Disperindagnaker mengecek harga bahan kebutuhan masyarakat, di Pasar Sarinah Wirohto Agung. Foto : amir

SIDAKPOST.ID, TEBO – Harga daging Sapi tembus Rp 160 ribu per kg pada H – 3 Lebaran Idul Fitri 1443 Hijriyah, di Pasar Sarinah (Pasar tradisional-red) Kelurahan Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo.

Berikut harga daging Sapi dan sejumlah harga kebutuhan masyarakat, dengan berdasarkan hasil monitoring dan laporan Petugas Pasar dari Dinas Perindustrian Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disperindagnaker) Kabupaten Tebo, yang bertugas di Pasar Sarinah Wirotho Agung Rimbo Bujang.

1.Daging Sapi Murni Rp 160 ribu/kg.
2.Daging Ayam Broiler Rp 40 ribu/kg.
3.Telor ayam Rp 51 ribu/Karpet.
4.Ikan Patin keramba Rp 25 ribu/kg.
5. Ikan mas Rp 40 ribu/kg.
6.Ikan Nila Rp 40 ribu/kg.
7.Ikan gembung Rp 40 ribu/kg.

8.Minyak goreng curah Rp18 ribu/Kg.
9.Gula pasir Rp 14 ribu/kg.
10.Kacang Hijau Rp 22 ribu/kg.
11.Kacang Tanah Rp 27 ribu/kg.
12.Ketela pohon Rp 3 ribu/kg.
21.Bawang Merah Rp 40 ribu/kg.
22.Bawang Putih Rp 30 ribu/kg.
23.Cabe Merah Rp 35 ribu/kg.
24. Cabe Rawit Rp 30 ribu/kg.

Pengurus Pasar Sarinah Budi ST dan Petugas Disperindagnaker Tebo Hadi Sutrisno saat dikonfirmasi sidakpost.id menyebutkan, pihaknya membenarkan bahwa pada H -3 Lebaran di Pasar Sarinah harga daging Sapi murni tembus Rp 160 ribu per kilo dan sebelumnya hanya Rp 140 ribu per kilo.

“Untuk sejumlah bahan kebutuhan masyarakat, sampai haru ini harganya nasih stabil tidak ada lonjakan dan artinya daya beli masih bisa dijangkau oleh masyarakat, pada H -3 ini pengunjung Pasar Sarinah mulai ramai,” Jelas Pengurus Pasar Budi, Kamis (28/04/2022).

Hal senada disampaikan oleh Petugas Pasar Disperindagnaker Tebo Hadi Sutrisno, harga daging Sapi memang naik dan sedangkan harga bahan kebutuhan masyarakat lainnya masih stabil harganya.

“Untuk situasi Pasar sarinah aman terkendali, namun kita mengingatkan agar pengunjung atau pedagang tetap waspada adanya copet, peredaran uang palsu maupun tindak kejahatan lainnya, “imbau Hadi Sutrisno. (asa)

ADVERTISEMENT